Dinkes Tulungagung Temukan 11 Kasus Leptospirosis, 1 Pasien Meninggal

Dinkes Tulungagung Temukan 11 Kasus Leptospirosis, 1 Pasien Meninggal

Adhar Muttaqin - detikJatim
Jumat, 15 Mei 2026 22:45 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setiawan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setiawan (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Dinas Kesehatan Tulungagung menemukan belasan kasus leptospirosis selama periode Januari-Mei 2026. Dari jumlah itu, satu di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setiawan, mengatakan temuan itu diketahui setelah pihaknya melakukan uji laboratorium terhadap pasien yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

"Untuk di Tulungagung untuk kejadian lepto sampai saat ini masih ada, sampai dilaporkan Mei 2026 kita ada 13 suspek dengan 2 yang sudah dinyatakan negatif. Jadi ada 11 kasus yang terkonfirmasi, ada satu yang meninggal dunia," kata dr Aris, Jumat (15/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Namun pihaknya enggan menyebutkan titik temuan penyebaran bakteri Leptospira itu. Meski demikian dari data dinas kesehatan tingkat fatalitas kasus selama tiga tahun terakhir cenderung membaik.

ADVERTISEMENT

"Kalau jumlah kasusnya kurang lebihnya masih sama, harapan kami bisa menjadi kewaspadaan semuanya bagi masyarakat. Tulungagung ini juga masih banyak di pekerja kita atau penduduk kita itu yang pekerjaannya adalah di sawah," jelasnya.

Dijelaskan leptospirosis menyerang manusia melalui kontak kulit luka atau lecet, serta melalui lendir pada mata, hidung dan mulut dengan air, tanah maupun makanan yang terkontaminasi urine terinfeksi, khususnya tikus.

"Gejala leptospirosis cukup khas, selain keluhannya demam, nyeri, pusing dan segala macamnya, juga menyerang fungsi hepar atau livernya. Ada peningkatan dari fungsi livernya atau cenderung kayak semacam sakit kuning. Nah, bisa kuning di area mata misalkan seperti itu ataupun kuning di area ekstremitas di tangan atau kaki," imbuhnya.

Untuk itu Dinkes Tulungagung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan penyimpanan makanan dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi kotoran maupun kencing tikus.

"Untuk para petani juga perlu waspada, terutama jika mengalami luka. Seperti kita ketahui sawah menjadi salah satu habitat tikus," imbuh Aris.

Jika menemukan kasus dengan ciri-ciri tersebut, pihaknya mengimbau agar segera dibawa ke layanan kesehatan terdekat agar bisa segera tertangani. Proses penanganan yang tepat akan meminimalisir fatalitas.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads