Mengenal PARPAS dan Upaya Edukasi HIV/AIDS di Sidoarjo

Kabar Komunitas

Mengenal PARPAS dan Upaya Edukasi HIV/AIDS di Sidoarjo

Anastasia Trifena - detikJatim
Rabu, 18 Feb 2026 18:30 WIB
PARPAS Sidoarjo
PARPAS Sidoarjo/Foto: Istimewa
Sidoarjo -

Sidoarjo memang rumah bagi berbagai komunitas remaja. Salah satunya yang tak lagi asing didengar adalah Paguyuban Remaja Peduli HIV/AIDS Kabupaten Sidoarjo (PARPAS). Komunitas ini bergerak dalam edukasi dan pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda.

Sejak 1 Juni 2008, PARPAS menjadi wadah bagi para duta peduli HIV/AIDS untuk terjun langsung ke masyarakat. Kegiatannya mencakup sosialisasi di ruang publik hingga sekolah-sekolah dengan sasaran utama remaja.

Humas PARPAS, Regina Cherryl (22) menjelaskan, PARPAS merupakan organisasi kepemudaan yang lahir dari kekhawatiran akan penyebaran HIV dan AIDS di kalangan remaja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PARPAS ini awal berdiri pada 2008 diinisiasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sidoarjo karena adanya suatu kekhawatiran akan menyebarnya HIV dan AIDS secara cepat di Sidoarjo pada kalangan remaja," ujarnya kepada detikJatim, Rabu (18/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, sebagai organisasi kepemudaan tingkat kabupaten, PARPAS berada dalam pembinaan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo.

Karena itu, regenerasi anggotanya diadakan setiap tahun pada bulan Oktober. Melalui agenda pemilihan rutin ini, PARPAS selalu menyiapkan kader-kader baru yang akan melanjutkan peran edukasi di masyarakat sebagai duta.

Terbaru, di awal tahun 2026 PARPAS menggelar PRAKASA (Prana, Kala & Sadhana Competition) sebagai bagian dari peringatan Hari AIDS Sedunia. Kegiatan ini menyasar pelajar SMA/SMK/MA melalui lomba debat dan lomba video edukatif bertema HIV/AIDS.

Ketua Pelaksana PRAKASA, Dewangga (16) menjelaskan, kompetisi tersebut dirancang sebagai sarana edukasi bagi remaja.

"Sebagai duta kan kita perlu memberikan edukasi untuk kalangan remaja. Jadi di sini kita buat lomba debat dan video untuk meningkatkan pemahaman buat anak-anak muda sebaya kita (SMA, SMK, MA) tentang apa itu HIV/AIDS," ucap Dewangga.

Pelaksanaan lomba PRAKASA diawali dengan lomba video edukasi dan dilanjutkan lomba debat. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan awarding bagi para pemenang pada Senin, (9/2/2026).

Melalui kegiatan ini, pelajar didorong untuk memahami isu HIV/AIDS secara faktual dan menyampaikan gagasannya secara kritis.

Salah satu tim lomba video yang beranggotakan Zaki dan Daffa dari SMA Wachid Hasyim 2 Taman mengungkapkan kesannya mengikuti kegiatan ini. Keterbatasan waktu sempat jadi tantangan mereka dalam proses produksi.

"Kesulitan kami itu karena baru take di H-3 pengumpulan ya. Sampai begadang 2 hari untuk mengeditnya," ujar Daffa.

Meski demikian, mereka berhasil meraih juara 3 lomba video serta menghasilkan karya edukatif terkait mitos dan fakta tentang HIV/AIDS.

Lewat PRAKASA, PARPAS berharap pelajar dapat berperan sebagai bagian dari upaya edukasi HIV/AIDS di lingkungan sekitarnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads