Makna Hari Lahir Pancasila dan Cara Memperingatinya

Jihan Navira - detikJatim
Sabtu, 30 Mei 2026 15:30 WIB
Ilustrasi hari raya Pancasila. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Setiap tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai salah satu momen penting dalam sejarah bangsa. Namun, bagi sebagian orang, peringatan ini mungkin hanya identik dengan tanggal merah dan upacara seremonial semata.

Padahal, Hari Lahir Pancasila memiliki makna yang jauh lebih besar. Momentum ini menjadi pengingat tentang bagaimana para pendiri bangsa berusaha mencari dasar negara yang mampu mempersatukan Indonesia yang penuh keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

Oleh karena itu, Hari Lahir Pancasila bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga mengingat kembali nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial yang masih relevan hingga sekarang.

Awal Mula Lahirnya Pancasila

Dilansir laman Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia, sejarah lahirnya Pancasila bermula pada masa akhir pendudukan Jepang di Indonesia tahun 1945. Saat itu, Jepang mulai terdesak dalam Perang Pasifik dan berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan.

Untuk mempersiapkan hal tersebut, Jepang kemudian membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI pada 29 April 1945. BPUPKI kemudian menggelar sidang pertamanya pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dengan agenda membahas dasar negara Indonesia.

Dalam sidang tersebut, sejumlah tokoh menyampaikan gagasan mereka mengenai asas negara. Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato yang memperkenalkan lima dasar negara, yakni:

  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
  • Mufakat atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Keutuhan Yang Maha Esa

Setelah sidang BPUPKI, dibentuk Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan dasar negara secara lebih rinci. Panitia ini beranggotakan tokoh-tokoh penting seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, Agus Salim, hingga K H Abdul Wahid Hasyim.

Hasil pembahasannya kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Namun, rumusan dalam Piagam Jakarta sempat menimbulkan perdebatan, terutama pada sila pertama yang memuat kalimat mengenai kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.

Setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan demi menjaga persatuan bangsa, rumusan tersebut akhirnya diubah dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 1945.

Dalam sidang itu, Mohammad Hatta membacakan rumusan akhir Pembukaan UUD 1945 dengan sila pertama berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Rumusan tersebut kemudian disahkan sebagai dasar negara Indonesia dan dikenal hingga sekarang dengan nama Pancasila.

Makna Hari Lahir Pancasila bagi Masyarakat Indonesia

Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga simbol persatuan bangsa Indonesia. Nilai-nilai dalam Pancasila menjadi pedoman hidup masyarakat dalam menjaga toleransi, menghargai perbedaan, hingga memperkuat semangat gotong royong.

Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi dewasa ini, Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat penting agar masyarakat tetap menjaga identitas dan nilai kebangsaan.

Pancasila pun dinilai tetap relevan karena mengajarkan keseimbangan antara hak dan kewajiban, persatuan di tengah perbedaan, serta pentingnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tradisi dan Cara Memperingati Hari Pancasila

Setiap tahun, Hari Lahir Pancasila diperingati dengan berbagai kegiatan di seluruh Indonesia. Peringatan ini tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga sekolah, kampus, komunitas, hingga masyarakat umum.

1. Upacara Bendera

Upacara bendera Hari Lahir Pancasila menjadi salah satu tradisi yang paling umum dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa dan nilai-nilai Pancasila.

2. Seminar dan Diskusi Kebangsaan

Banyak lembaga pendidikan maupun organisasi mengadakan seminar, diskusi, dan kegiatan edukatif yang membahas sejarah serta penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan modern.

3. Kegiatan Sosial dan Gotong Royong

Hari Lahir Pancasila juga sering diperingati melalui kegiatan sosial seperti kerja bakti, donor darah, santunan, hingga aksi kemanusiaan yang mencerminkan semangat gotong royong.

4. Kampanye Nilai Toleransi

Di era digital, peringatan Hari Lahir Pancasila juga ramai dilakukan lewat media sosial. Banyak masyarakat membagikan ucapan, poster, hingga pesan persatuan untuk mengajak menjaga toleransi dan persatuan bangsa.

Meski sudah puluhan tahun berlalu sejak pertama kali dicetuskan, nilai-nilai Pancasila masih dianggap relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Di tengah perbedaan pandangan politik, budaya, hingga agama, Pancasila tetap menjadi titik temu yang mempersatukan masyarakat Indonesia.

Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi identitas bangsa Indonesia di mata dunia. Di tengah perbedaan pandangan politik, budaya, hingga agama, Pancasila menjadi titik temu yang menyatukan masyarakat Indonesia.

Karena itu, Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali pentingnya persatuan, toleransi, dan rasa saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.



Simak Video "Video Prabowo: Mereka yang Tak Setia kepada Negara Akan Kita Singkirkan"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork