4 SDN di Ponorogo Tak Dapat Siswa Baru, DPRD Minta Segera Ada Solusi

4 SDN di Ponorogo Tak Dapat Siswa Baru, DPRD Minta Segera Ada Solusi

Charolin Pebrianti - detikJatim
Rabu, 15 Jul 2026 08:45 WIB
SDN di Ponorogo tak mendapat murid sama sekali
Salah satu SD Negeri di Ponorogo yang tidak mendapatkan siswa baru. (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Empat sekolah dasar (SD) negeri di Kabupaten Ponorogo tidak memperoleh satu pun siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi ini mendapat sorotan DPRD Ponorogo yang menilai persoalan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai fenomena tahunan.

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Riyanto mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan sekolah negeri kehilangan peminat. Selain dampak menurunnya angka kelahiran akibat keberhasilan program Keluarga Berencana (KB), masyarakat kini juga memiliki lebih banyak pilihan sekolah, terutama lembaga pendidikan swasta berbasis keagamaan.

"Fenomena seperti ini setiap tahun kayaknya ada saja. Ada beberapa penyebabnya. Yang pertama memang suksesnya Keluarga Berencana yang dicanangkan. Yang kedua memang ada pilihan sekolah, termasuk sekolah swasta yang semacam pondok dan lain-lain yang menyampaikan program terkait dengan keagamaan," ujar Riyanto kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tren tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Ponorogo. Saat sejumlah SD negeri kesulitan mencari murid, sekolah swasta berbasis agama justru kebanjiran pendaftar.

"Di SD swasta yang berbau agama itu rata-rata malah membludak. Nah, di SDN sendiri banyak yang hanya menerima siswa sangat minim, dan bahkan hari ini ada empat SD yang kosong, tidak mendaftar. Ini menjadi pemikiran kita bersama," katanya.

ADVERTISEMENT

Riyanto memastikan Komisi D akan memanggil Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo untuk membahas persoalan tersebut. DPRD ingin mencari solusi agar sekolah negeri, khususnya di wilayah pinggiran dan perbatasan, tetap dapat bertahan.

"Nanti akan kita sharing-kan dengan teman-teman yang ada di Dindik, bagaimana mencari solusi, termasuk ke depannya SD ini mau dikemanakan," ungkapnya.

Tak hanya itu, DPRD juga akan mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Evaluasi dilakukan karena masih ditemukan sejumlah persoalan selama proses penerimaan siswa.

"Kemarin kita juga rencana ada hearing dengan Dindik terkait hasil SPMB yang kemarin juga ada beberapa percikan-percikan yang harus diluruskan agar nanti tahun depan lebih nyaman, lebih fleksibel, dan tidak ada permasalahan-permasalahan bagi wali murid yang dirugikan," jelas Riyanto.

Ia menambahkan, sekolah negeri harus mulai berbenah dan menghadirkan inovasi agar kembali diminati masyarakat. Menurutnya, persaingan tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas, tetapi juga prestasi dan program unggulan yang menjadi daya tarik bagi orang tua.

"Sudah berkali-kali kita sampaikan. Sekarang itu memang berlomba-lomba mencari prestasi. Bukan hanya pamer sekolah saja, tapi memang prestasi harus ditingkatkan. Termasuk ada tambahan-tambahan jam pelajaran, seperti ekstra sore mungkin ada tambahan keagamaan," pungkasnya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads