Gresik Siaga Kekeringan, Bupati Yani Tekankan Respons Cepat

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Jumat, 17 Apr 2026 21:45 WIB
Gus Yani dalam rapat bersama jajaran perangkat pemkab Gresik (Foto: Pemkab Gresik)
Gresik -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan pada 2026. Pasalnya, musim kemarau diprediksi datang lebih awal, bahkan mulai akhir April.

Berdasarkan data yang diperoleh, sedikitnya enam kecamatan berpotensi terdampak pada fase awal. Jumlah tersebut diperkirakan dapat meluas hingga 12 kecamatan saat puncak kemarau pada Juli hingga September.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan seluruh jajaran tidak boleh menunggu krisis terjadi sebelum mengambil langkah.

"Jangan tunggu masyarakat kesulitan air baru kita bergerak. Semua harus sudah siap dari sekarang. Kecamatan harus tahu titik rawan, desa harus tahu kondisinya. Tidak boleh ada yang terlambat," kata Yani, Jumat (17/4/2026).

Sebagai langkah awal, Pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan skema distribusi air bersih. Sejumlah sarana disiagakan, mulai dari lima unit truk tangki, puluhan tandon, hingga ratusan jerigen.

Meski demikian, Yani mengakui adanya keterbatasan armada untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak.

"Dengan keterbatasan ini, kita tidak bisa kerja biasa. Harus berbasis data, tepat sasaran, dan cepat," tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan kekeringan tidak bisa hanya mengandalkan distribusi air. Pemanfaatan sumber air alternatif serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama.

"Kita harus berani keluar dari pola lama. Sumber air yang ada harus dioptimalkan, termasuk kerja sama dengan pihak swasta. Ini soal strategi, bukan sekadar bantuan," imbuhnya.

Yani juga mendorong kesiapsiagaan hingga tingkat rumah tangga. Ia meminta masyarakat menyiapkan cadangan air secara mandiri.

"Minimal setiap rumah punya jerigen atau tandon. Kita harus membangun kesiapan dari bawah, bukan hanya mengandalkan pemerintah," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gresik Sukardi menyampaikan pihaknya telah memetakan wilayah rawan sebagai dasar intervensi.

"Kami sudah siapkan distribusi air bersih secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Yang menjadi perhatian adalah dukungan operasional, khususnya BBM, karena distribusi ini akan berlangsung rutin selama musim kemarau," jelas Sukardi.

BPBD juga terus memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan desa agar distribusi air tepat sasaran dan tidak terlambat.

Di sisi lain, Pemkab Gresik mulai menggeser pendekatan dari penanganan darurat menuju pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan, termasuk untuk mendukung sektor pertanian.

Dengan prediksi kemarau yang lebih panjang dan meluas, tahun 2026 menjadi ujian kesiapsiagaan bagi daerah. Pemkab Gresik menegaskan tidak ada ruang untuk keterlambatan dalam menghadapi ancaman kekeringan.



Simak Video " Video ASN Gresik Terseret Kasus Penipuan CPNS, Polisi Turun Tangan "

(ihc/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork