Ikon Baru Gresik! Gus Yani dan Mendag Resmikan Pasar Tematik Sidayu

Ikon Baru Gresik! Gus Yani dan Mendag Resmikan Pasar Tematik Sidayu

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Jumat, 10 Apr 2026 18:15 WIB
Gus Yani dan Mendag meresmikan Pasar di Sidayu Gresik
Gus Yani dan Mendag meresmikan Pasar di Sidayu Gresik/Foto: Istimewa
Gresik -

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso meresmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Jumat (10/4/2026). Revitalisasi pasar tersebut diproyeksikan menjadi penggerak baru ekonomi kawasan Gresik utara.

Pasar Tematik Industri Sidayu sendiri memiliki total 538 stan yang diisi pedagang dengan beragam komoditas. Mulai dari kebutuhan pokok, sayuran, jajanan pasar, hingga pakaian dan peralatan rumah tangga. Keberadaannya diharapkan memperkuat tata kelola pasar tradisional agar lebih bersih, nyaman, dan modern.

Revitalisasi pasar tersebut juga menghadirkan sejumlah fasilitas baru untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar tersebut diposisikan sebagai pusat perekonomian wilayah utara yang mencakup Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Dukun, hingga Bungah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasar ini kita harapkan menjadi ikon baru perekonomian Gresik, dan mendukung keberlanjutan UMKM sekaligus memperkuat peran pasar di era digital," ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

ADVERTISEMENT

Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini menambahkan, pembangunan pasar ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan Tahun Anggaran 2025 senilai Rp30 miliar. Dengan wajah baru yang lebih representatif, pemerintah daerah berharap aktivitas jual beli semakin meningkat.

"Saya berharap, dengan bangunan yang lebih representatif ini pedagang dan pembeli bisa lebih nyaman dalam melakukan transaksi," tambah Gus Yani.

Fasilitas baru yang dihadirkan antara lain ruang terbuka hijau untuk menambah kenyamanan serta plaza yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang pameran maupun kegiatan masyarakat. Konsep ini diharapkan mampu menjadikan pasar tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi publik.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya menjaga kebersihan pasar sebagai faktor utama menarik minat masyarakat. Ia menyebut, pasar rakyat harus mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern dari sisi kenyamanan.

"Kita ada namanya Gernas Mapan, Gerakan Nasional untuk membersihkan pasar nasional. Jadi kita ingin pasar-pasar tradisional itu harus bersih, tidak becek, tidak bau," ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, juga menggencarkan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian hingga pemerintah daerah. Program ini bertujuan menciptakan pasar yang sehat sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi dan wisata kuliner.

Selain kebersihan, Mendag juga mendorong pedagang untuk mulai beradaptasi dengan ekosistem digital. Menurutnya, kombinasi transaksi langsung dan daring akan membuka peluang peningkatan pendapatan.

"Pasar ini memiliki unsur cagar budaya dan potensi wisata kuliner. Syarat utamanya adalah harus bersih dan tidak bau. Kita ajarkan pasar rakyat untuk berjualan online agar bisa bersaing dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads