Gus Yani Pamer PAD Gresik Capai 98,58% Saat Sampaikan LKPJ 2025

Gus Yani Pamer PAD Gresik Capai 98,58% Saat Sampaikan LKPJ 2025

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Selasa, 31 Mar 2026 11:45 WIB
Bupati Gresik Gus Yani saat menyampaikan capaian LKPD
Bupati Gresik Gus Yani saat menyampaikan capaian LKPD/Foto: Istimewa
Gresik -

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tembus 98,58%. Hal ini disampaikan Gus Yani, sapaan akrabnya, saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gresik.

Dalam pengantarnya, Gus Yani mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kolaborasi usai Hari Raya Idul Fitri. Dia berharap nilai-nilai Ramadan menjadi fondasi dalam membangunan Gresik.

"Semoga nilai-nilai Ramadan menjadi landasan dalam mewujudkan Gresik yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur," ujarnya, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, penyampaian LKPJ merupakan kewajiban konstitusional kepala daerah. Ini menjadi pertanggungjawaban bupati kepada DPRD atas pelaksanaan pemerintahan selama satu tahun anggaran.

ADVERTISEMENT

Dari sisi fiskal, Pemkab Gresik mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp 3,80 triliun dari target Rp 3,86 triliun. PAD menyumbang Rp 1,47 triliun atau 94,08%, sementara pendapatan transfer justru melampaui target dengan capaian 101,6%.

Belanja daerah terealisasi Rp 3,44 triliun atau 87,33% dari target. Rinciannya terdiri dari belanja operasi 90,01%, belanja modal 60,61%, belanja tidak terduga 3,14%, serta belanja transfer 96,78%. Adapun realisasi pembiayaan daerah mencapai Rp 89,07 miliar atau 108,53% dari target.

Selain keuangan, capaian pembangunan juga dipaparkan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gresik tahun 2025 berada di angka 79,69. Indeks Pembangunan Gender mencapai 92,01, sedangkan Indeks Kesalehan Sosial tercatat 81,10. Seluruhnya sesuai target yang ditetapkan.

Untuk kinerja ekonomi, pertumbuhan Gresik berada di angka 4,91%. Sejumlah indikator seperti kontribusi sektor manufaktur, rasio ekspor bersih, hingga efisiensi investasi disebut melampaui target.

Di sektor tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi Gresik menembus angka 88,01 dengan predikat A atau sangat baik, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.

Sementara itu, indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren membaik. Tingkat kemiskinan tercatat 9,95% dan tingkat pengangguran terbuka 5,47%, yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan.

Dalam penjelasannya, Gus Yani menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pembangunan daerah. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran disebutnya sebagai sinyal positif bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Semakin rendah angka tersebut, maka kondisi masyarakat semakin baik. Ini menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan," tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh capaian tersebut selaras dengan arah pembangunan Gresik ke depan, yakni menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menutup penyampaian LKPJ, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.

"Gresik akan terus berbenah melalui semangat Nawakarsa Jilid II. Mari kita bersama-sama mengurai permasalahan dan menghadirkan kebijakan yang mampu menyejahterakan masyarakat secara menyeluruh," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads