Massa Buruh Datangi Kantor Gubernur Jatim, Minta Outsourcing Dihapus

Chilyah Auliya - detikJatim
Kamis, 16 Apr 2026 16:05 WIB
Demo buruh di Surabaya/Foto: Chilyah Aulia/detikJatim
Surabaya -

Gelombang massa buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (16/4/2026).

Di bawah terik matahari, ratusan buruh dari berbagai daerah di Jatim ini menyuarakan penolakan terhadap sistem kerja outsourcing yang dianggap sebagai bentuk eksploitasi modern.

Pantauan di lokasi, massa mulai merapatkan barisan sekitar pukul 12.13 WIB dan resmi berangkat dari titik kumpul pertama di Frontage Ahmad Yani Surabaya pada 12.16 WIB.

Demo buruh di Surabaya Foto: Chilyah Aulia/detikJatim

Iring-iringan massa yang didominasi kendaraan roda dua ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian, baik yang berada di dalam barisan maupun yang bersiaga di setiap persimpangan lampu merah.

Perjalanan terpantau aman dan kondusif meski arus lalu lintas sempat tersendat. Sekitar pukul 12.53 WIB, massa melintasi kawasan Tunjungan Plaza.

Suara klakson sempat bersahutan di beberapa titik, mulai dari tunnel Joyoboyo hingga pusat kota saat rombongan melintas menuju arah Jalan Blauran dan Bubutan. Setibanya di sekitar Kampung Maspati atau sekitar 1 kilometer sebelum titik tujuan, massa yang berada di barisan depan memilih turun dan mendorong motor mereka.

Beberapa buruh yang kedapatan tetap menaiki motor di barisan depan sempat ditegur dan diminta pindah ke barisan belakang mobil komando. Sambil berjalan, mereka mengeluarkan kertas poster berisi tuntutan-tuntutan krusial.

Teriakan "Hapus Outsourcing" menggema berkali-kali. Buruh mendesak DPR dan pemerintah segera membahas dan mengesahkan UU Ketenagakerjaan baru sesuai putusan Mahkamah Konstitusi.

FSPMI menegaskan akan terus mengawal kesejahteraan pekerja. Mereka mengibaratkan sistem outsourcing sebagai vampir yang memeras keringat buruh tanpa memberikan hak yang layak.

Demo buruh di Surabaya Foto: Chilyah Aulia/detikJatim

Massa tiba di depan Kantor Gubernur Jatim sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah merapikan formasi, aksi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FSPMI tepat pukul 13.37 WIB.

Akibat aksi ini, akses jalan di depan Kantor Gubernur sebagian terhalang mobil komando, tepat di depan pintu. Namun, ruas di sebelahnya masih bisa dilewati dengan lancar, baik untuk menuju Jalan Pasar Besar Wetan, Jalan Kramat Gantung, maupun Jalan Tembaan.

Bagian DPW FSPMI Jatim, Udin, dalam orasinya menyoroti janji politik yang pernah diucapkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pada May Day 2025.

"Ada beberapa poin yang sampai saat ini belum dilaksanakan. Mulai dari janji pembangunan rumah untuk buruh, penambahan kuota anak buruh di SMA/SMK Negeri, hingga evaluasi pajak kendaraan dan PBB untuk buruh," tegas Udin.

Ia juga menyoroti lemahnya perlindungan hukum bagi buruh, termasuk sanksi administratif bagi perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya ke BPJS. Udin turut menceritakan kasus pilu seorang anak buruh di Gresik yang terhalang untuk operasi karena BPJS-nya non-aktif.

Senada dengan Udin, orator lain dari DPW FSPMI Jatim, Budiyanto, menegaskan bahwa aksi ini bukanlah aksi oposisi.

"Kita tidak anarkis dan bukan oposisi. Kita dukung Pak Prabowo dan Bu Khofifah sampai akhir jabatan, tapi jangan lupakan janji konstitusinya. Kita harus bangga menjadi bagian partai buruh. Hidup buruh!" seru Budiyanto.

Orasi berakhir sekitar pukul 14.08 WIB dan massa kemudian beristirahat. Massa buruh masih tampak setia menunggu di depan Kantor Gubernur Jawa Timur sembari menanti hasil perundingan perwakilan buruh di dalam gedung.

Aksi hari ini baru pemanasan pra-May Day, sebelum pada 1 Mei mendatang akan turun lebih banyak lagi buruh untuk menyuarakan hak-hak mereka.



Simak Video "Video: Buruh Ancam Mogok Nasional Jika Tuntutan UMP 2026 Diabaikan!"

(abq/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork