Bukit Cendono di kawasan Pacet, Mojokerto menjadi salah satu destinasi alam yang belakangan semakin populer di kalangan pecinta trekking dan pendakian ringan. Berada di lereng Pegunungan Anjasmoro, bukit ini menawarkan pengalaman unik karena pendaki bisa menikmati beberapa titik puncak dalam satu perjalanan tanpa harus menginap.
Yang membuat Bukit Cendono berbeda dari banyak bukit lain di Jatim adalah kombinasi jalur yang ramah bagi pemula, panorama alam yang masih asri, serta keberadaan tiga titik puncak dalam satu rute pendakian. Tak heran jika destinasi ini kerap menjadi pilihan bagi pencinta aktivitas tektok atau pendakian pulang-pergi dalam sehari. Lalu, seperti apa sebenarnya jalur, daya tarik, dan pengalaman yang ditawarkan Bukit Cendono?
Mengenal Bukit Cendono di Pacet Mojokerto
Bukit Cendono berada di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kawasan ini masuk dalam wilayah penyangga hutan yang berada di bawah pengelolaan Tahura Raden Soerjo dan menjadi salah satu pintu masuk menuju bentang alam Pegunungan Anjasmoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Surabaya maupun Mojokerto membuat Bukit Cendono mudah dijangkau untuk perjalanan akhir pekan. Suasana pegunungan yang sejuk, hamparan kebun sayur milik warga, serta lanskap hijau yang masih terjaga menjadi alasan utama banyak wisatawan mulai melirik destinasi ini.
Bagi wisatawan yang menggunakan transportasi umum, perjalanan biasanya dimulai dari Stasiun Mojokerto sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju titik pertemuan atau meeting point pendakian.
Gerbang Pendakian dan Registrasi Masuk
Petualangan menuju Bukit Cendono dimulai dari jalur pendakian yang berada di Dusun Mrasih. Sebelum memasuki kawasan pendakian, pengunjung akan melewati gapura kayu bertuliskan "Sugeng Rawuh ing Bukit Cendono" yang menjadi salah satu spot foto favorit para pendaki.
Untuk memasuki kawasan ini, pengunjung diwajibkan melakukan registrasi pendakian. Biaya registrasi umumnya berada di kisaran Rp11.000 per orang. Sementara itu, biaya parkir kendaraan dibayarkan terpisah dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola.
Meski biaya masuknya relatif terjangkau, pengunjung tetap mendapatkan akses menuju kawasan alam yang masih terjaga dengan baik serta fasilitas dasar yang mendukung aktivitas trekking dan berkemah.
Jalur Pendakian Bukit Cendono
Salah satu hal yang paling sering dibicarakan pendaki ketika membahas Bukit Cendono adalah keberadaan Tanjakan Jancuk. Nama tanjakan ini memang cukup unik dan sering memancing rasa penasaran pendaki yang baru pertama kali datang.
Namun di balik namanya yang terdengar ekstrem, terdapat filosofi konservasi yang menarik. Nama tersebut merupakan singkatan dari "Janji Cinta Untuk Konservasi", sebuah pesan yang mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam selama berada di kawasan pegunungan.
Pada awal perjalanan, jalur pendakian masih relatif landai. Pendaki akan melewati aliran sungai kecil, sumber mata air alami, hingga kawasan perkebunan yang memberikan suasana santai sebelum memasuki tanjakan yang lebih menantang.
Semakin tinggi, jalur mulai didominasi tanjakan dengan tingkat kemiringan yang cukup menguras tenaga. Inilah bagian yang sering dianggap sebagai ujian fisik utama sebelum mencapai area puncak.
Pos-Pos Pendakian yang Dilewati
Untuk membantu pendaki beristirahat dan mengatur ritme perjalanan, jalur Bukit Cendono memiliki beberapa titik pemberhentian.
Perhentian pertama adalah Pos I atau Kali Pikatan. Area ini berada di sekitar aliran sungai yang jernih dan menjadi tempat favorit untuk melepas lelah sambil menikmati suasana alam.
Setelah itu terdapat Pos II atau Mudhal yang biasa digunakan pendaki untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan menuju jalur yang lebih tinggi.
Pos terakhir adalah Pos III atau Kolometo. Lokasi ini menjadi titik persiapan terakhir sebelum memasuki area camping ground dan kawasan puncak.
Keunikan Bukit Cendono
Salah satu keunggulan utama Bukit Cendono adalah keberadaan tiga titik tujuan dalam satu rangkaian perjalanan. Konsep inilah yang membuat banyak pendaki merasa perjalanan ke Bukit Cendono lebih memuaskan dibandingkan beberapa bukit lain dengan satu titik puncak utama.
Puncak pertama adalah Puncak Cendono yang berada pada ketinggian sekitar 938 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari titik ini, pengunjung sudah bisa menikmati panorama perbukitan dan lembah di sekitarnya.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Puthuk Kencur yang memiliki ketinggian sekitar 1.131 mdpl. Jalur menuju titik ini menawarkan sudut pandang yang lebih luas terhadap bentang Pegunungan Anjasmoro.
Panorana dari bukit cendono Foto: Instagram @bukit_cendono.official |
Bagi pendaki yang masih memiliki tenaga, perjalanan dapat diteruskan menuju Surga Cendono. Titik ini sering dianggap sebagai lokasi terbaik untuk menikmati panorama alam secara menyeluruh dengan hamparan hijau yang membentang sejauh mata memandang.
Daya Tarik Bukit Cendono
Daya tarik terbesar Bukit Cendono terletak pada pengalaman alam yang lengkap dalam perjalanan yang relatif singkat. Pengunjung tidak hanya menikmati pendakian, tetapi juga disuguhkan berbagai lanskap yang berubah sepanjang perjalanan.
Pemandangan matahari terbit menjadi momen yang paling ditunggu banyak pendaki. Saat cuaca cerah, sinar matahari perlahan muncul dari balik perbukitan dan menciptakan panorama yang sangat fotogenik.
Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati panorama Pegunungan Anjasmoro yang hijau, aliran Kali Pikatan yang jernih, hamparan kebun sayur milik warga, serta area camping ground yang cukup nyaman untuk bermalam.
Perpaduan antara aktivitas trekking, suasana pedesaan, kawasan hutan lindung, dan panorama pegunungan membuat Bukit Cendono tidak hanya cocok untuk olahraga alam, tetapi juga menjadi tempat ideal untuk beristirahat sejenak dari rutinitas perkotaan yang padat.
Jika sedang mencari destinasi alam di Jawa Timur yang menawarkan jalur pendakian singkat, panorama pegunungan yang memanjakan mata, serta pengalaman menjelajahi tiga puncak dalam satu perjalanan, Bukit Cendono di Pacet, Mojokerto layak masuk daftar tujuan berikutnya.
Sebelum berangkat, pastikan selalu mengecek kondisi cuaca, menyiapkan perlengkapan pendakian yang memadai, dan menjaga kebersihan kawasan agar keindahan Bukit Cendono tetap bisa dinikmati oleh generasi pendaki berikutnya.
(ihc/dpe)

