5 Doa Berbuka Puasa Ramadhan yang Bisa Diamalkan

Chilyah Auliya - detikJatim
Selasa, 17 Feb 2026 15:20 WIB
Ilustrasi buka puasa Ramadhan. Foto: Shutterstock
Surabaya -

Menjelang waktu Magrib di bulan Ramadhan, umat Islam bersiap membatalkan puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Momen berbuka menjadi waktu yang dinanti sekaligus penuh keberkahan.

Waktu berbuka puasa dikenal sebagai salah satu momen mustajab, yakni waktu ketika doa-doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Hal ini selaras dengan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan:

"Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak, yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi..." (HR Tirmidzi)

Karena itu, membaca doa berbuka puasa Ramadhan menjadi amalan yang tak terpisahkan. Berikut lima doa berbuka puasa Ramadhan yang bisa diamalkan lengkap sebagai panduan selama bulan suci.

Doa Buka Puasa Ramadhan

Meski umat Islam bebas memanjatkan doa kebaikan apapun, Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar merangkum lima pilihan doa berbuka puasa Ramadhan yang bersumber dari berbagai riwayat.

1. Doa Saat Dahaga Terhapuskan

Pilihan ini berasal dari riwayat Abu Dawud melalui sahabat Ibnu Umar RA. Bacaan ini dikenal dengan ungkapan yang menggambarkan hilangnya rasa dahaga dan kembalinya kesegaran tubuh setelah seharian menahan lapar dan haus.

Bacaan Latin: Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.

Artinya: Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat (tenggorokan), dan telah tetap pahala, insya Allah. (HR Abu Daud)

2. Doa Syukur Atas Rezeki Berbuka

Doa ini menjadi salah satu bacaan yang paling populer di tengah masyarakat Indonesia. Diriwayatkan dari Mu'adz bin Zahrah, doa tersebut menegaskan kekuatan menjalani puasa hingga waktu berbuka, serta rezeki yang disantap seluruhnya berasal dari Allah SWT.

Bacaan Latin: Allahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthartu.

Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. (HR Abu Daud)

Masyarakat sering menambahkan kalimat "Wabika aamantu... birahmatika yaa arhamar raahimiin". Menambahkan kalimat baik dalam doa sangat diperbolehkan meski tidak ada dalam teks asli riwayatnya.

3. Doa Pengakuan Atas Pertolongan Allah

Doa yang diriwayatkan Ibnu Sunni ini menegaskan sikap tawaduk seorang hamba yang menyadari bahwa kekuatan menjalani puasa semata-mata atas pertolongan Allah SWT. Bacaan ini menjadi pengingat bahwa setiap ibadah yang dilakukan tidak lepas dari rahmat dan kuasa-Nya.

Bacaan Latin: Alhamdulillahilladzi a'aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menolongku sehingga aku sanggup berpuasa, dan yang telah mengaruniaku rezeki sehingga aku dapat berbuka. (HR Ibnu Sunni).

4. Doa Amalan Diterima

Bagi yang ingin memohon agar ibadah puasa diterima (maqbul), doa yang diriwayatkan Ibnu Abbas ini dapat menjadi pilihan. Bacaan ini menitikberatkan pada harapan agar setiap amalan yang dilakukan selama Ramadhan diterima dan diberi ganjaran Allah SWT.

Bacaan Latin: Allahumma shumnaa, wa 'alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii'ul 'aliim.

Artinya: Ya Allah, demi Engkau kami berpuasa dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (HR Ibnu Sunni)

5. Doa Memohon Ampunan yang Luas

Pilihan terakhir berisi permohonan ampunan (maghfirah) kepada Allah SWT. Doa yang diriwayatkan Ibnu Majah ini menjadi salah satu bacaan yang dianjurkan untuk dipanjatkan saat berbuka, sebagai bentuk harapan agar ibadah puasa yang dijalankan diterima dan dosa-dosa diampuni.

Bacaan Latin: Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi'at kulla syaiin antaghfira lii.

Artinya: Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau sudi mengampuni dosaku.

Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Selain berdoa, buka puasa juga dianjurkan mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW agar ibadah semakin sempurna. Berikut lima adab berbuka puasa yang dapat diperhatikan agar pelaksanaannya sesuai dengan sunah dan penuh keberkahan.

1. Menyegerakan Berbuka

Salah satu kebiasaan yang sangat dianjurkan adalah segera membatalkan puasa begitu waktu Magrib tiba. Menunda-nunda berbuka tanpa alasan yang jelas justru tidak disarankan. Begitu azan berkumandang, segeralah meminum air atau memakan takjil.

2. Berbuka dengan yang Manis

Rasulullah SAW terbiasa berbuka dengan beberapa butir kurma basah (ruthob). Jika tidak ada, bisa diganti dengan kurma kering (tamr), atau pilihan paling sederhana adalah air putih. Hal ini berfungsi untuk mengembalikan energi tubuh secara perlahan dan sehat.

3. Berdoa Sebelum dan Sesudah Makan

Momen sebelum menyuap makanan adalah waktu terbaik untuk memohon kepada Allah. Jangan sampai karena terlalu lapar, kita langsung menyantap hidangan tanpa mengucap basmalah, atau membaca doa-doa yang telah disebutkan di atas.

4. Tidak Berlebihan dalam Menyantap Hidangan

Meskipun rasa lapar menggoda untuk menyantap semua jenis makanan, sunah mengajarkan kita untuk tetap bersahaja. Makan secara berlebihan hingga terlalu kenyang dapat membuat tubuh terasa berat dan malas untuk menjalankan ibadah selanjutnya, seperti sholat Magrib dan Tarawih.

5. Mengutamakan Sholat Magrib Tepat Waktu

Setelah membatalkan puasa dengan makanan ringan atau air, sangat dianjurkan untuk segera melaksanakan sholat Magrib terlebih dahulu sebelum beralih ke menu makan besar. Hal ini menjaga agar kita tetap disiplin dalam beribadah di tengah kenikmatan berbuka.



Simak Video "Video Jemaah Naqsabandiyah Mulai Puasa Hari Ini, Begini Penetapannya"

(hil/irb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork