6 Versi Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Beserta Adab Berbuka

6 Versi Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Beserta Adab Berbuka

Ulvia Nur Azizah - detikJogja
Selasa, 03 Feb 2026 16:25 WIB
6 Versi Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Beserta Adab Berbuka
Ilustrasi buka puasa. Foto: Getty Images/Korrawin
Jogja -

Pada tanggal 15 Syaban, banyak umat Islam melaksanakan puasa sunnah Nisfu Syaban. Momen berbuka menjadi waktu yang paling dinantikan untuk meraih keberkahan sekaligus kesegaran setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, tahukah kamu bahwa ada berbagai variasi doa yang bisa dipanjatkan sesuai dengan riwayat hadits yang shahih?

Memahami berbagai versi doa berbuka puasa akan memperkaya kualitas ibadah sunnah kamu di bulan yang mulia ini. Setiap redaksi doa membawa makna mendalam, mulai dari ungkapan syukur atas rezeki hingga permohonan ampunan yang tulus kepada Allah SWT. Selain bacaan doa, memperhatikan adab saat membatalkan puasa juga menjadi kunci agar pahala yang didapat semakin sempurna.

Jangan sampai ibadahmu terasa kurang lengkap karena melewatkan urutan adab yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Yuk, simak daftar lengkap doa buka puasa Nisfu Syaban dan adab-adabnya dalam ulasan di bawah ini, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Terdapat enam versi doa berbuka puasa dari berbagai riwayat hadits yang bisa diamalkan oleh umat Islam sesuai preferensi.
  • Saat berbuka adalah waktu yang sangat baik untuk berdoa karena permohonan orang yang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
  • Mengikuti sunnah seperti menyegerakan berbuka dan mendahulukan kurma atau air putih dapat menambah pahala ibadah.

ADVERTISEMENT

6 Versi Doa Buka Puasa Nisfu Syaban

Mengutip laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), doa berbuka puasa Nisfu Syaban yang merupakan sunnah tidak berbeda dengan puasa Ramadhan. Terdapat enam versi doa yang dapat kita amalkan, mari simak selengkapnya.

1. Doa Berbuka Puasa Riwayat Abu Daud dari Ibnu Umar RA

Berdasarkan riwayat Abu Daud dari sahabat Ibnu Umar RA, Rasulullah ketika berbuka puasa membaca doa berikut:

Ψ°ΩŽΩ‡ΩŽΨ¨ΩŽ Ψ§Ω„ΨΈΩ‘ΩŽΩ…ΩŽΨ£Ω ΩˆΩŽΨ§Ψ¨Ω’ΨͺΩŽΩ„ΩŽΨͺِ Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩΨ±ΩΩˆΩ‚Ω وَثَبَΨͺِ Ψ§Ω„Ψ£ΩŽΨ¬Ω’Ψ±Ω Ψ₯ِنْ شَاَؑ اللهُ
Dzahabazh zhamau wabtallatil 'uruuqu wa tsabatil ajru insyaa Allah.
Artinya: "Telah lenyap dahaga, urat-urat telah basah, dan mudah-mudahan pahala ditetapkan, insyaAllah." (HR. Abu Daud No. 2010)

2. Doa Berbuka Puasa Riwayat Abu Daud dari Muadz bin Zahrah

Masih berdasarkan riwayat Abu Daud, kali ini dari Muadz bin Zahrah, ia menceritakan Rasulullah saat berbuka puasa pernah membaca doa ini:

Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ω„ΩŽΩƒΩŽ ءُمْΨͺُ، ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ±ΩΨ²Ω’Ω‚ΩΩƒΩŽ Ψ£ΩŽΩΩ’Ψ·ΩŽΨ±Ω’Ψͺُ
Allahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthartu
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka." (HR. Abu Daud No. 2011)

3. Doa Berbuka Puasa yang Populer di Indonesia

Umat Islam di Indonesia kerap membaca doa berbuka puasa sebagaimana hadits Abu Daud di atas. Namun, terdapat tambahan redaksi di belakangnya. Menurut MUI, doa tidak terbatas pada riwayat dan kita dibebaskan untuk berdoa selagi kalimatnya baik. Berikut adalah bacaan doa berbuka yang biasa dibaca masyarakat di Indonesia.

Ψ§Ω„Ω„Ω‘Ω‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ω„ΩŽΩƒΩŽ ءُمْΨͺُ ΩˆΩŽΨ¨ΩΩƒΩŽ Ψ’Ω…ΩŽΩ†Ω’Ψͺُ ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ±ΩΨ²Ω’Ω‚ΩΩƒΩŽ Ψ£ΩŽΩΩ’Ψ·ΩŽΨ±Ω’Ψͺ Ψ¨ΩΨ±ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΨͺΩΩƒΩŽ يَا Ψ§ΩŽΨ±Ω’Ψ­ΩŽΩ…ΩŽ Ψ§Ω„Ψ±ΩŽΩ‘Ψ­ΩΩ…ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ
Allahummalakasumtu wabika aamantu wa'alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin
Artinya: "Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka."

4. Doa Berbuka Puasa Riwayat Ibnu Sunni dari Muadz bin Zahrah

Berikutnya, ada bacaan doa berbuka puasa yang berasal dari Muadz bin Zahrah tetapi diriwayatkan oleh Ibnu Sunni.

Ψ§Ω„Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ψ§Ω„ΩŽΩ‘Ψ°ΩŠ Ψ£ΨΉΨ§Ω†ΩŽΩ†ΩΩŠ ΩΩŽΨ΅ΩŽΩ…Ω’Ψͺُ، ΩˆΩŽΨ±ΩŽΨ²ΩŽΩ‚ΩŽΩ†ΩΩŠ ΩΨ£ΩΩ’Ψ·ΩŽΨ±Ω’Ψͺُ
Alhamdulillahilladzi a'aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu
Artinya:" Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka." (HR. Ibnu Sunni)

5. Doa Berbuka Puasa Riwayat Ibnu Sunni dari Ibnu Abbas

Masih dari Ibnu Sunni, selanjutnya terdapat doa berbuka puasa yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas.

Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ω„ΩŽΩƒΩŽ Ψ΅ΩΩ…Ω’Ω†Ψ§ΨŒ ΩˆΩŽΨΉΩ„Ω‰ Ψ±ΩΨ²Ω’Ω‚ΩΩƒΩŽ Ψ£ΩŽΩΩ’Ψ·ΩŽΨ±Ω’Ω†Ψ§ΨŒ فَΨͺΩŽΩ‚ΩŽΨ¨ΩŽΩ‘Ω„Ω’ Ω…ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ§ Ψ₯Ω†ΩŽΩ‘ΩƒΩŽ Ψ£Ω†Ω’Ψͺَ Ψ§Ω„Ψ³ΩŽΩ‘Ω…ΩΩŠΨΉΩ Ψ§Ω„ΨΉΩŽΩ„ΩΩŠΩ…Ω
Allahumma shumnaa, wa 'alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii'ul 'aliim
Artinya: "Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui." (HR. Ibnu Sunni)

6. Doa Berbuka Puasa Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni

Terakhir, doa berbuka puasa berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni dari Ibnu Umar adalah:

Ψ§Ω„Ω„Ω‡ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ψ₯ΩΩ†ΩΩ‘ΩŠ Ψ£ΩŽΨ³Ω’Ψ£ΩŽΩ„ΩΩƒΩŽ Ψ¨ΩΨ±ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΨͺΩΩƒΩŽ Ψ§Ω„ΩŽΩ‘Ψͺِي وَسِعَΨͺΩ’ ΩƒΩΩ„ΩŽΩ‘ Ψ΄ΩŽΩŠΩ’Ψ‘Ω Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΨͺΩŽΨΊΩ’ΩΩΨ±ΩŽ Ω„ΩΩŠ
Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi'at kulla syaiin antaghfira lii)
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku." (Al-Nawawi, Al-Adzkar, hlm. 190)

Adab Berbuka Puasa

Ketika berbuka puasa Nisfu Syaban, alangkah baiknya jika kita selalu menjunjung adab-adab sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dikutip dari buku Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Quran dan Sunnah oleh Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman dan Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi serta Ramadhan Mubarak Abu Mujahid, berikut sejumlah adabnya.

1. Menyegerakan Berbuka

Salah satu sunnah dan adab dalam berpuasa adalah menyegerakan berbuka ketika adzan maghrib berkumandang atau matahari telah terbenam. Rasulullah SAW bersabda:

"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa." (HR. Bukhari No. 1957, Muslim No. 1098)

Dengan menyegerakan berbuka, kita tidak hanya mengikuti sunnah Nabi SAW. Namun, kita juga akan mendapatkan kebaikan dan cinta Allah. Tidak hanya itu, menyegerakan berbuka jika sudah masuk waktunya lebih mudah bagi orang berpuasa.

2. Berbuka dengan Kurma

Adab berikutnya adalah berbuka dengan kurma. Jika kurma tidak tersedia, maka dapat diganti dengan makanan yang manis-manis, atau cukup dengan air. Ini sebagaimana dipraktikkan Rasulullah SAW.

Dari Anas bin Malik RA disebutkan bahwa Nabi SAW biasa berbuka dengan rutab (kurma basah) sebelum shalat. Jika tidak ada rutab, maka dengan tamar (kurma kering). Jika tidak ada tamar, maka dengan meminum air.

"Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beberapa butir kurma basah sebelum shalat. Jika tidak ada kurma basah, maka dengan kurma kering. Dan jika tidak ada kurma kering, maka dengan beberapa teguk air." (HR. Abu Daud No. 2356, dinyatakan hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Ulama juga menjelaskan bahwa kurma cepat memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Sementara itu, air berfungsi menyucikan dan menyegarkan tubuh.

3. Berdoa ketika Berbuka

Waktu berbuka adalah salah satu waktu mustajab terkabulnya doa. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak akan ditolak. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan orang yang telah menyelesaikan ibadah puasanya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri di hadapan Allah.

Dalilnya sebagai berikut:
"Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) pemimpin yang adil, (2) orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) doa orang yang terzalimi." (HR. Abu Daud No. 2356 dan Ahmad 3/164, dinyatakan hasan sahih oleh Syaikh Al-Albani)

Oleh karena itu, dianjurkan bagi setiap muslim untuk memanjatkan doa terbaiknya saat berbuka puasa. Doa ini sebaiknya dibaca ketika berbuka puasa, bukan sebelumnya.

4. Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa

Salah satu amalan besar pada saat Ramadhan maupun puasa sunnah termasuk Nisfu Syaban adalah memberi makan orang yang berpuasa ketika mereka berbuka. Pahalanya sangat besar, bahkan setara dengan orang yang berpuasa itu sendiri tanpa mengurangi pahala pihak manapun.

Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka, maka ia akan memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun." (HR. Tirmidzi No. 807, Ahmad 28/261, Ibnu Majah No. 1746; dishahihkan oleh Al-Albani)

Bentuk memberi makan orang berpuasa sangat beragam, antara lain:

  • Mengundang seseorang untuk berbuka di rumah.
  • Menyiapkan makanan lalu mengirimkannya kepada mereka.
  • Membelikan makanan sekadar untuk membantu mereka berbuka.

Amalan ini termasuk sedekah yang ringan namun berlipat ganda pahalanya. Selain itu, memberi makan orang berbuka juga menjadi sarana menumbuhkan kasih sayang antarsesama muslim.

Demikian penjelasan mengenai doa dan adab berbuka puasa Nisfu Syaban. Semoga dapat menjadi manfaat bagi kita semua!

FAQ Doa Buka Puasa

1. Apa bacaan untuk buka puasa?

Bacaan buka puasa yang paling umum adalah "Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu" atau riwayat Abu Daud lainnya yaitu "Dzahabazh zhamau wabtallatil 'uruuqu wa tsabatil ajru insyaa Allah".

2. Apa bedanya Allahumma lakasumtu dan dzahaba dzoma'u?

Perbedaan keduanya terletak pada makna dan sumber riwayatnya, di mana Allahumma laka shumtu lebih menekankan pada pernyataan bahwa puasa dilakukan hanya untuk Allah dan berbuka dengan rezeki-Nya. Sementara itu, Dzahabazh zhamau menggambarkan kondisi fisik yang kembali segar setelah dahaga hilang dan harapan agar pahala puasa telah ditetapkan di sisi Allah.

3. Doa buka puasa dzahaba dibaca kapan?

Doa Dzahabazh zhamau secara tekstual berarti "telah hilang rasa haus", sehingga para ulama menganjurkan doa ini dibaca tepat setelah seseorang membatalkan puasanya dengan seteguk air atau kurma.




(par/ams)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads