Hampir seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan. Tak heran, hujan bisa datang setiap hari, terutama saat siang dan sore.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Arif Krisna menjelaskan alasan di balik fenomena hujan yang kerap turun ketika siang dan sore hari.
"Saat pagi hingga siang hari, sinar matahari memanaskan permukaan bumi, terutama daratan. Akibatnya, udara di atas permukaan tanah menjadi panas dan ringan, lalu naik ke atas. Proses ini disebut konveksi," jelas Arif saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (13/11/2025).
Kemudian, ketika naik ke lapisan yang lebih tinggi dan dingin, uap air ini mengembun menjadi awan Cumulus, lalu dapat berkembang menjadi Cumulonimbus.
"Proses ini umumnya terjadi di antara pukul 13.00 hingga 17.00 WIB," ungkapnya.
Awan Cumulonimbus itulah yang kemudian bisa memicu terjadinya hujan deras disertai petir dan angin kencang atau cuaca ekstrem. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk waspada. Sebab, saat ini perubahan cuaca juga bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Waspadai embusan angin kencang sesaat dari awan Cumulonimbus yang bisa menyebabkan pohon-pohon dan papan reklame yang rawan tumbang," imbaunya.
Lalu, apabila sedang berada dalam perjalanan dan mengalami cuaca buruk dengan jarak pandang terbatas, ia mengimbau masyarakat untuk menepi serta mencari tempat yang aman. Masyarakat yang tinggal di kawasan dataran tinggi pun diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi saat musim hujan.
"Untuk masyarakat yang tinggal di lereng-lereng gunung, waspada akan bahaya longsor dan banjir bandang," pungkas Arif.
Simak Video "Video Kapan Puncak Musim Hujan di Indonesia? Ini Kata BMKG"
(auh/irb)