Konflik panjang antara Imam Muslimin alias Yai Mim, eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan tetangganya Sahara, terus menjadi sorotan publik. Perselisihan yang bermula dari tanah sedekah untuk jalan warga itu kini melebar hingga berujung pengusiran dari lingkungan perumahan.
Pemerintah Kecamatan Lowokwaru pun turun tangan memediasi persoalan tersebut, meski pertemuan pertama harus tertunda.
Berikut deretan faktanya:
1. Mediasi Ditunda karena Yai Mim Tidak Hadir
Mediasi yang digelar di kantor Kelurahan Merjosari, Senin (29/9/2025), harus ditunda lantaran Imam Muslimin tidak hadir, sehingga hanya pihak Sahara yang datang bersama perangkat kelurahan.
"Hari ini sebenarnya kita bermaksud untuk melakukan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan ini. Namun, karena salah satu pihak dalam konflik ini tidak hadir, maka mediasi ditunda," kata Camat Lowokwaru, Rudi Cahyono.
2. Mediasi Akan Dijadwal Ulang dalam Waktu Dekat
Camat Lowokwaru menegaskan persoalan ini akan segera dijadwalkan ulang demi mencari titik temu antara kedua belah pihak, apalagi konflik sudah berlarut-larut cukup lama.
"Kalau informasi yang kami dapat pak Imam masih ada di Jakarta. Sedangkan untuk kuasa hukum yang akan mewakili tadi mengabari kalau berhalangan hadir," kata Rudi.
3. Konflik Bermula dari Tanah Sedekah untuk Jalan
Rosida Vignesvari, istri Yai Mim, mengungkapkan akar persoalan bermula ketika pada tahun 2007 mereka membeli tanah lalu menyedekahkan sebagian untuk jalan masuk warga.
"Dulu tahun 2007 waktu beli tanah ke pengembang bilang kepada saya supaya sedekah jalan. Karena jalan masuk ke kavling hanya setapak dan sempit. Jadi jalan di depan rumah kami itu adalah tanah yang kami beli," beber Rosida.
4. Tanah Sedekah Dipagar untuk Kandang dan Parkir
Rosida menuturkan, lahan yang disedekahkan untuk jalan justru dipagar Sahara dan digunakan sebagai kandang kambing serta tempat parkir mobil rental, sehingga memicu keberatan keluarganya.
"Jadi tanah sedekah untuk jalan, bukan untuk parkir mobil rental atau pagar kandang. Dan keberatan pula dipakai untuk parkir mobil-mobil Sahara. Dulu sangat sering parkir di depan rumah saya," ujarnya.
Simak Video "Video: Yai Mim Bawa Bukti Baru Laporkan Sahara atas Persekusi-Penistaan Agama"
(irb/hil)