Kebakaran masih melanda kawasan Gunung Bromo. Hingga Minggu (9/8/2026) pagi, sejumlah titik api masih terpantau di sekitar P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dan kawasan Penanjakan Satu.
Luas kawasan yang terdampak kebakaran makin meluas hingga diperkirakan mencapai sekitar 520 hektare. Api membakar lahan yang didominasi rumput kering khas pegunungan, sejumlah vegetasi, hingga bunga edelweiss.
Tim gabungan langsung menyusun strategi pemadaman untuk mencegah api semakin meluas. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memimpin koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan pada Minggu pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemadaman dilakukan melalui dua skema, yakni operasi darat dan udara. Dari udara, tiga helikopter water bombing dikerahkan untuk menyiram sejumlah titik api.
Sementara dari jalur darat, petugas mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran, tiga drone water spray, serta ratusan personel gabungan dari berbagai unsur.
Emil mengatakan, kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Selain itu, petugas juga menghadapi keterbatasan peralatan manual untuk menangani titik panas dan bara yang tersisa.
"Kendala kita saat ini memang keterbatasan alat manual. Ada titik panas yang masih tersisa, api kecil itu memang harus manual. Yang besar ditangani menggunakan helikopter," ujar Emil, Minggu (9/8/2026).
Alat gepyok yang biasa digunakan petugas untuk memadamkan api secara manual, lanjut Emil, sudah habis digunakan. Padahal, peralatan tersebut masih dibutuhkan untuk menangani titik panas dan bara yang belum sepenuhnya padam.
Sebelumnya, titik api yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Pudak Lembu dan Puncak B29. Namun, petugas kemudian menemukan titik api baru di kawasan Penanjakan yang berada di luar perimeter awal penanganan.
Karena itu, operasi pemadaman dilakukan secara simultan. Helikopter water bombing diarahkan ke titik api yang sulit dijangkau dari darat, sedangkan tim di lapangan melakukan pendinginan dan pemadaman secara manual.
Emil juga meminta petugas tetap melakukan patroli meski api utama nantinya berhasil dikendalikan. Sebab, bara yang berada di bawah permukaan masih berpotensi memunculkan titik api baru.
Sebanyak 20 personel TNI diterjunkan selama 24 jam menggunakan motor trail untuk melakukan patroli di sejumlah titik rawan kebakaran.
Patroli juga dilakukan di sepanjang sekat bakar sepanjang sekitar enam kilometer di sisi selatan kawasan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali merambat ke area lain.
Kebakaran disebut tidak sampai membakar Lembah Watangan dan Bukit Teletubbies yang berada di kawasan kaldera dan terhubung dengan Kawah Bromo.
Meski demikian, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi angin dan bara tersembunyi masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Hingga Minggu pagi, tim gabungan masih melakukan pemadaman, pendinginan, dan patroli untuk memastikan seluruh titik api serta bara yang tersisa dapat dikendalikan.
