Desa Wisata Tlogoguwo, Nikmati Gembel-Serunya Off Road di Hutan Pinus

Desa Wisata Tlogoguwo, Nikmati Gembel-Serunya Off Road di Hutan Pinus

Rinto Heksantoro - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 06:20 WIB
Penunjung tengah menikmati Hutan Pinus Kalilo di Purworejo, Jawa Tengah.
Penunjung tengah menikmati Hutan Pinus Kalilo di Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng.
Purworejo -

Pingin menghabiskan waktu liburan dengan memacu adrenalin? Datang aja ke Hutan Pinus Kalilo di Purworejo, Jawa Tengah yang menyajikan paket wisata offroad dengan panorama nan cantik.

Hutan Pinus Kalilo terletak di Desa Wisata Tlogoguwo sekitar 21 KM ke arah timur dari pusat kota Purworejo. Berbagai destinasi pun ditawarkan oleh desa yang terhampar di Perbukitan Menoreh ini. Mulai dari panorama alam yang cantik, kuliner, hingga membelah hutan dengan mobil offroad.

Setibanya di destinasi wisata ini, pengunjung akan diajak menikmati panorama cantik di Hutan Pinus Kalilo. Udara sejuk menemani para pengunjung mengeksplor beberapa spot di ujung hutan seperti area outbond, Watu Tumpang dan spot view apik lainnya.


Usai berfoto-foto, pihak pengelola telah menyediakan makanan dan minuman khas desa setempat yakni Gembel dan Teh Gula Jawa. Pengunjung pun bisa menikmatinya sembari beristirahat di bawah pohon pinus.

Tak berselang lama, kita akan diajak menaiki mobil jeep membelah hutan pinus selama kurang lebih 1,5 jam menuju Embung Tlogoguwo. Selama perjalanan itu, semua diajak melibas medan offroad yang benar-benar memacu adrenalin sambil sesekali berhenti di spot view yang instagramable untuk berfoto-foto.

Suasana hutan pinus Kalilo.Suasana hutan pinus Kalilo. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

Selesai menguras nyali dan membuang teriakan-teriakan yang memecah kesunyian hutan, tiba saatnya untuk beristirahat sambil makan serta menikmati proses pembuatan wayang sekaligus menonton pertunjukannya.

Pengelola Desa Wisata Tlogoguwo, David Priantoro (29) menuturkan pihaknya menawarkan paket setengah hari dan sehari penuh. Desa ini memang memiliki berbagai potensi, namun belum semuanya bisa tergarap dengan baik karena beberapa kendala. Ke depan, pihak juga tengah menyiapkan wisata edukasi pembuatan gula kelapa, Kambing Etawa hingga susur goa.

"Ada wisata alam, edukasi, dan budaya. Untuk paketnya ada halfday dan oneday, harga paketnya dari Rp 150.000 sampai Rp 250.000. Sebenarnya ada paket susur goa juga tapi belum kita garap. Ini jadi desa wisata baru satu tahun tapi wisatawan yang ke sini sudah banyak," ucapnya.

Tak hanya paket wisata yang disediakan pihak pengelola, warga setempat pun juga ikut mendukung kemajuan pariwisata dengan potensi masing-masing seperti pengembangan ekonomi kreatif bubut kayu, anyaman, bibit tanaman hingga menyediakan madu murni asli Kaligesing. David berharap agar desanya semakin maju dan dikenal.

Hidangan gembel dan teh gula jawa.Hidangan gembel dan teh gula jawa. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

"Semoga desa ini semakin maju wisatanya, budayanya terangkat, bisa menjadi perhatian khusus pemerintah bahwasannya Desa Tlogoguwo ini ada potensi yang belum tergarap dengan maksimal," sambungnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Kharisma (23) mengaku senang bisa ikut menjelajah desa wisata Tlogoguwo. Ia sangat terkesan dengan panorama alam serta potensi lain yang tersaji.

"Senang banget bisa ikut ngetrip, sebelumnya belum pernah ke sini baru pertama, keren pokoknya," ucap Kharisma.

Untuk ikut memajukan potensi yang ada serta menggaet wisatawan, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo ikut terjun dengan menggandeng berbagai stakeholder.

"Tujuannya selain untuk mempromosikan pariwisata kita juga lihat paket wisata yang mereka tawarkan sudah sesuai apa belum, dari harga yang ditawarkan, fasilitas yang kita dapatkan, pengalamannya berharga apa tidak. Sekaligus untuk menggaet wisatawan," kata Kabid Pengembangan Kapasitas dan Promosi Pariwisata Dinporapar Kabupaten Purworejo, Endah Hanna Rosanti saat ditemui detikJateng di sela-sela acara.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/sip)