Festival Pacak Sepuran Kulon Progo, Warna-warni Ornamen Seni di Pinggir Rel KA

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Selasa, 09 Agu 2022 17:05 WIB
Kulon Progo -

Sepanjang rel kereta api di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini dihiasi oleh ornamen seni dan budaya. Ini merupakan bagian dari Festival Pacak Sepuran 2022 yang bertujuan untuk menciptakan destinasi wisata baru.

Festival Pacak Sepuran ini digelar oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo. Sebanyak 14 kalurahan dan 1 kelurahan yang dilewati jalur KA terlibat dalam kegiatan ini.

Mereka berlomba-lomba menghadirkan pelbagai ornamen seni dan budaya di sepanjang kanan kiri rel. Selain ornamen, setiap kalurahan juga menciptakan ruang publik baru yang nantinya bakal difungsikan sebagai destinasi wisata.


Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito mengatakan kegiatan ini merupakan yang kedua setelah tahun lalu digelar Pacak Sepuran edisi pertama. Sama dengan sebelumnya, tujuan kegiatan adalah untuk memperindah sepanjang kanan kiri rel KA. Bedanya, tahun ini lebih difokuskan untuk menciptakan ruang publik baru.

"Kita menyelenggarakan kegiatan ini dengan tujuan untuk memperindah, mempercantik, membersihkan kanan kiri rel kereta berbarengan dengan beroperasinya kereta bandara," ucap Joko saat ditemui di sela-sela penjurian Festival Pacak Sepuran di Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, Selasa (9/8/2022).

"Nah tahun kemarin kita pakai tema wayang jadi harus mengeksplorasi wayang, nah tahun ini kita lebih ke depankan untuk menjadikan titik-titik yang dikerjakan itu nantinya akan menjadi destinasi-destinasi wisata baru, atau tempat-tempat itu bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat, dan menumbuhkan perekonomian," imbuhnya.

Salah satu lokasi Festival Pacak Sepuran di Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, DIY, Selasa (9/8/2022).Salah satu lokasi Festival Pacak Sepuran di Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, DIY, Selasa (9/8/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

Karena itu, lanjut Joko, pada tahun ini penilaian tak hanya sebatas pada tampilan semata, tetapi juga imbas kehadiran ruang publik itu kepada masyarakat sekitar.

"Jadi penilaiannya ada dari sisi artistiknya, dari sisi karya-karyanya, tapi juga fungsinya, imbasnya atau efeknya kepada masyarakat. Dengan demikian kami berharap program ini akan berkesinambungan, tidak hanya berjalan terus selesai, terus bubar, terus hilang tapi berkesinambungan. Apa yang dilakukan hari ini, akan diteruskan pada hari-hari yang akan datang," jelasnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...