2 Hari Berturut-turut, Embun Dieng Kembali Membeku Pagi Ini

Uje Hartono - detikJateng
Sabtu, 06 Agu 2022 10:09 WIB
Embun es kembali hampiri komplek Candi Arjuna di Dieng (10/5).
Embun es di Kompleks Candi Arjuna Dieng, (10/5/2022). (Foto: Uje Hartono/detikJateng)
Banjarnegara -

Suhu udara di dataran tinggi Dieng kembali turun hingga minus 1 derajat celsius pagi tadi. Ini membuat embun di kompleks Candi Arjuna membeku dua hari berturut-turut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dieng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara Sri Utami mengatakan suhu permukaan tanah pagi tadi mencapai minus 1,03 derajat celsius. Embun di kompleks Candi Arjuna pun kembali membeku.

"Tadi pagi embun di kompleks candi membeku lagi. Suhu permukaan tanah turun sampai minus 1,03 derajat celsius," terangnya saat dihubungi detikJateng Sabtu (6/8/2022).


Ia menyebut embun es pagi ini terjadi berturut-turut. Namun jika dibanding hari kemarin, embun pagi ini lebih tebal.

"Kalau dibanding hari kemarin (Jumat 5/8) embun es pagi ini lebih tebal," sambungnya.

Berdasarkan catatan detikJateng, embun es pagi ini merupakan fenomena alam ke-8 yang terjadi di dataran tinggi Dieng tahun ini. Dan embun es ketiga di bulan Agustus.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie mengatakan, puncak musim kemarau diprediksi pada Bulan Agustus hingga awal September.

"(Prediksi puncak musim kemarau tahun ini) Bulan Agustus sampai awal September. Tetapi secara umum perkiraan musim hujannya maju jadi ada wilayah yang sudah mulai hujan di pertengahan September," terangnya.

Saat puncak musim kemarau, potensi munculnya fenomena alam embun yang membeku di Dieng. Hal ini disebabkan, kondisi meteorologis dan datangnya musim kemarau. Terlebih molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang dibanding dataran rendah. Sehingga sangat cepat mengalami pendinginan.

"Pada musim kemarau, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang ke angkasa. Itu Yang menyebabkan suhu udara lebih dingin. Juga kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya. Ini membuat udara permukaan di pegunungan kurang dari titik beku 0 derajat celcius," paparnya.



Simak Video "Sensasi Unik Menyantap Hidangan di Sungai Ditemani Ikan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/aku)