Sejarah Tamansari Jogja, Inspirasi Dekor Pernikahan Keluarga Cendana

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 28 Jan 2022 17:39 WIB
Wisata Taman Sari
Ilustrasi oleh: Edi Wahyono/detikcom
Jogja -

Tamansari Jogja menjadi inspirasi untuk dekorasi pesta pernikahan keluarga Cendana atau keluarga besar mantan Presiden Soeharto, belum lama ini. Video yang menampilkan proses pembuatan dekorasi itu viral di media sosial. Kenapa dekorasi ala Tamansari yang dipilih keluarga Cendana?

Dikutip detikJateng dari situs resmi Karaton Ngayogyakarta, kratonjogja.id, Tamansari berarti taman yang indah. Kompleks Tamansari pada mulanya taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta yang dibangun bertahap (1758 -1765) pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Kompleks Tamansari yang luasnya lebih dari 10 hektare itu didirikan di atas mata air yang dikenal dengan Umbul Pacethokan. Di Tamansari terdapat dua danau buatan (segaran) dengan pulau buatan di tengahnya. Kedua segaran itu dihubungkan sebuah kanal yang memotong lorong penghubung Plataran Magangan dan Plataran Kamandhungan Kidul.

Dulu, Tamansari memiliki dua nama sebutan yang menggambarkan keelokan panoramanya, yaitu Water Kasteel dan The Fragrant Garden.

Desain Tamansari digagas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Adapun gambar teknisnya dikerjakan Demang Tegis, arsitek berkebangsaan Portugis yang diduga datang dari Gowa, Sulawesi. Sedangkan pimpinan proyek pembangunannya Tumenggung Mangundipuro yang kemudian digantikan Pangeran Notokusumo.

Selain untuk rekreasi, Tamansari rupanya juga memiliki fungsi pertahanan dan fungsi religi. Fungsi pertahanan tampak pada tebal dan tingginya tembok yang mengelilinginya, gerbang yang dilengkapi tempat penjagaan, dan bastion (tempat menaruh persenjataan). Selain itu juga terdapat beberapa urung-urung (jalan bawah tanah).

Sedangkan fungsi religi Tamansari tampak dari bangunan Sumur Gumuling dan Pulo Panembung. Sumur Gumuling yang berbentuk melingkar difungsikan sebagai masjid, dan Pulo Panembung untuk Sultan bermeditasi. Kedua bangunan itu berada di tengah kolam Segaran, menyembul di tengah bentangan air yang luas.

Sayangnya, kompleks nan megah itu mengalami kerusakan parah hingga terbengkalai akibat gempa besar pada 1867 (masa pemerintahan Sri Sultan HB VI). Renovasi serius baru dimulai sejak 1977. Beberapa bangunan yang tertimbun dibongkar, tapi hanya sedikit bagian dari bangunan Tamansari yang bisa diselamatkan.

Pada 2006, gempa berkekuatan 5,9 SR sekali lagi menyebabkan kerusakan Tamansari. Namun, proses renovasi dan revitalisasi kembali dilakukan. Beberapa bangunan diperbaiki, diperkuat, dan dilapis ulang. Tamansari yang dulu tinggal reruntuhan kini kembali bersolek dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit untuk mengintip kemegahan taman raja pada masa lalu.



Simak Video "Tarif Bawa Kamera Pro Rp 250 Ribu di Tamansari, Wisatawan: Kemahalan"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/aku)