Gema Doa untuk Tragedi Kanjuruhan dari Suporter Jateng-DIY di Mandala Krida

Gema Doa untuk Tragedi Kanjuruhan dari Suporter Jateng-DIY di Mandala Krida

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Rabu, 05 Okt 2022 12:25 WIB
Suasana doa bersama dan salat gaib untuk ratusan korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022).
Suasana doa bersama dan salat gaib untuk ratusan korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng.
Yogyakarta -

Sejumlah suporter Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memadati Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta. Mereka melakukan doa bersama dan melaksanakan salat gaib untuk ratusan korban meninggal tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Pantauan detikJateng, Selasa (4/10) malam, tampak suporter PSIM, PSS Sleman hingga Persis Solo menjejali area parkir sebelah barat Mandala Krida. Sembari mengangkat lilin, ribuan orang tersebut mendoakan ratusan orang yang meninggal dalam tragedi di Kanjuruhan Malang.

Terdengar suara 'amin' menggema saat doa bersama di Mandala Krida. Setelah doa bersama, ribuan orang tersebut silih berganti menyanyikan lagu yang menjadi kebanggaan masing-masing dalam mendukung kesebelasannya saat berlaga.


Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin mengatakan pihaknya beserta suporter dari klub lain khususnya rival melakukan doa bersama hingga salat gaib. Dia menyebut momen doa ini berlangsung cair antarsuporter karena dapat berkumpul menjadi satu demi rasa kemanusiaan.

"Alhamdulillah ini benar-benar sesuatu yang luar biasa bagi kami malam ini, ada kegiatan di Mandala Krida dalam rangka doa bersama untuk saudara-saudara kita di Kanjuruhan, dan di samping saya ada Mas Maryadi dari Persis, Mas Fikar (BCS), Mas Budi Item (Maident) ada teman-teman dari Sleman, Solo lengkap di sini," katanya kepada wartawan di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Selasa (4/10/2022) malam.

Pria yang kerap disapa Thole ini juga menilai momen tersebut sudah dinanti pencinta sepak bola di Indonesia. Menurutnya, dengan pertemuan ini berpotensi merekatkan antarpengurus wadah suporter.

Berbagai wadah suporter saat menyalakan lilin bersama sembari berdoa di Stadion Mandala Krida.Berbagai wadah suporter saat menyalakan lilin bersama sembari berdoa di Stadion Mandala Krida. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

"Ini momen yang mungkin sudah lama dinanti dari publik bola di Indonesia ya. Jadi alhamdullilah malam ini bisa mempertemukan meski masih di masa yang berduka cita. Jadi kami belum bisa ngomong yang banyak, alhamdulillah acara malam ini berjalan sukses, mungkin ke depan akan ada hal-hal yang kita lakukan di antara lintas pengurus," ujarnya.

Terkait komitmen perdamaian antarsuporter khususnya suporter PSIM-Persis Solo, dia menyebut masing-masing wadah suporter bakal semakin intens berkomunikasi.

"Itu tadi saya sampaikan bahwa malam ini fokus kita adalah menyukseskan acara doa bersama ini, ke depan nanti kita dari teman-teman perwakilan masing-masing wadah ini akan lebih intens komunikasi," ucapnya.

Sedangkan Ketua Mataram Independent (Maident) Budi Item mengatakan menyambut baik konsolidasi antara wadah suporter yang kerap berseteru selama ini. Menurutnya, hal tersebut bakal membuat persepakbolaan di Indonesia lebih baik ke depannya.

"Yang pasti kita sepakat bahwasannya kita memberikan ruang untuk sesuatu yang baik. Kita berikan ruang itu dan alhamdulillah teman-teman menyambut baik ruangan itu," katanya.

"Mungkin berawal dari sini, nanti insyaallah ke depan akan ada hal-hal yang menuju kebaikan itu sendiri untuk persepakbolaan yang lebih baik," lanjut Budi.

Sementara itu, Presiden Pasoepati Maryadi Gondrong berharap hubungan antara suporter Jateng-DIY khususnya Persis Solo dan PSIM menjadi lebih baik ke depannya.

"Harapan kita ke depan tetap kita selalu berhubungan dengan baik antara suporter Jateng dan DIY. Intinya kita sepakat ini suatu hal yang luar biasa bagi suporter Jateng dan Yogyakarta, luar biasa bagi suporter Indonesia," ujarnya.