Yenny Wahid: Tragedi Kanjuruhan Jadi Momentum Reformasi Sepakbola

Yenny Wahid: Tragedi Kanjuruhan Jadi Momentum Reformasi Sepakbola

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Senin, 03 Okt 2022 20:53 WIB
Putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, di Ponpes Al-Muayyad Windan, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/10/2022).
Putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, di Ponpes Al-Muayyad Windan, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/10/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sukoharjo -

Putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, menyebut tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, merupakan momentum untuk mereformasi penyelenggaraan kompetisi sepakbola dan olahraga lainnya.

Yenny Wahid mengatakan, tragedi di Stadion Kanjuruhan itu perlu menjadi evaluasi menyeluruh bagi semua pihak.

"Perlu ada investigasi menyeluruh, kita mohon dibuka secara terang benderang. Karena ini menjadi evaluasi kita semua, bagaimana pelaksanaan olahraga ke depan agar tidak ada korban jiwa lagi," kata Yenny Wahid saat ditemui di Ponpes Al-Muayyad Windan, Desa Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Senin (3/10/2022).


Menurut dia, tragedi Kanjuruhan menjadi momentum untuk mereformasi penyelenggaraan ajang olahraga.

"Ini adalah momen melakukan reformasi terhadap pelaksanaan ajang olahraga yang memiliki fanatisme kuat. Serta protap pengamanan oleh aparat harus dievaluasi, agar kejadian kemarin tidak terulang," ujar Yenny Wahid yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia.

Putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, di Ponpes Al-Muayyad Windan, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/10/2022).Putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, di Ponpes Al-Muayyad Windan, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/10/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Terkait fanatisme suporter, Yenny mengakui setiap negara memiliki suporter yang fanatik. Namun, ada langkah-langkah preventif yang tepat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Kita harus berfikir menghadapi suporter seperti anak kecil, tidak diimbau, tapi dilakukan langkah pencegahan, kalau ngamuk mitigasi seperti apa. Persuasif tapi tegas, tidak menggunakan kekerasan," kata dia.

Yenny Wahid juga menyayangkan adanya penembakan gas air mata oleh aparat dalam tragedi itu.

"Penggunaan gas air mata sangat tidak tepat. Melihat situasi seperti itu di stadion, pintunya juga kecil. Kita lihat dari analisa video ditembakkan ke arah tribun, orang pasti akan panik sekali," ujarnya.

Yenny berharap semua pihak yang bersinggungan dengan tragedi di Stadion Kanjuruhan harus diinvestigasi dan dievaluasi. Sebab, efek dari kejadian tersebut akan berimbas pada event sepak bola di tanah air.

Seperti diketahui, Indonesia dipercaya FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Namun, jika FIFA memberikan sanksi, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 bisa dibatalkan.

"Selama kita belum bisa memperlihatkan mengelola acara olahraga dengan baik, itu akan jadi pertimbangan oleh FIFA. Jadi kita harus ada komitmen untuk pembenahan," pungkasnya.



Simak Video "Ganjar-Yenny Wahid Hadiri Peresmian Masjid Sheikh Zayed"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ahr)