130 Orang Tewas di Tragedi Kanjuruhan, Bambang Pacul: Mungkin SOP Tidak Benar

130 Orang Tewas di Tragedi Kanjuruhan, Bambang Pacul: Mungkin SOP Tidak Benar

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Minggu, 02 Okt 2022 15:18 WIB
Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto (Bambang Pacul)
Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto (Bambang Pacul). Foto: Rolando/detikcom
Solo -

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto menduga ada penerapan standar prosedur operasional (SOP) yang tidak benar di balik tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 130 orang.

Politisi yang akrab disapa Bambang Pacul itu mengatakan ada SOP pengamanan yang tidak pas. Sebab, aparat kepolisian harusnya bisa mengamankan jalannya pertandingan dan menguasai situasi saat terjadi kondisi yang tidak kondusif.

"Tugas polisi kan mengamankan pertandingan tersebut. Nah kalau mengamankan dan ternyata tidak aman, berarti ada yang salah kan. Antisipasinya ndak pas, mungkin SOP pengamanannya tidak benar. Di dalam memberi prediksi yang akan hadir misalnya," kata Bambang Pacul saat ditemui di Solo, Minggu (2/10/2022).


Komisi III DPR RI akan melakukan rapat terkait langkah yang akan diambil menyikapi tragedi tersebut pada Senin (3/10). Sebab, sejumlah hal harus dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Dia mengatakan, evaluasi yang dilakukan terkait jumlah suporter yang melebihi kapasitas stadion hingga tentang kans Arema Malang yang tak pernah kalah dari Persebaya Surabaya di kandang sendiri.

"Arema kan tidak pernah kalah, kali ini dia kalah di kandang sendiri, tentu ledakan emosi meningkat. Kita tunggu hasil investigasi Pak Kapolri. Kita segera rapat Senin besok ya membahas ini," ucapnya.

Pacul juga menyampaikan belasungkawa terhadap peristiwa yang terjadi.

Sebelumnya Ketua DPR RI Puan Maharani meminta data korban tewas maupun luka dapat terdata dengan tepat.

"Saya meminta untuk dicek jumlah korban jika wafat dan korban luka-luka di rumah sakit itu harus segera diproses data yang akurat sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran," kata Puan saat blusukan di Kota Solo, Minggu (2/10/2022).

Puan mengimbau masyarakat khususnya di Jawa Timur agar tidak emosional mendengar berita-berita yang ada.

Terkait penghentian gelaran Liga 1, Puan masih menunggu laporan. "Saya belum mendapat laporan secara jelas, saya meminta ini ditindaklanjuti secara akurat untuk untuk mendapatkan laporannya," pungkasnya.

Seperti diketahui perisitiwa tersebut terjadi usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam. Kekalahan Arema dengan skor 2-3 membuat sejumlah suporter Aremania turun ke lapangan.

Dari 130 korban tewas, Dinas Kesehatan Malang mengungkap 37 jenazah korban di antaranya masih belum bisa diidentifikasi. Selain itu, 186 orang dilaporkan menjalani perawatan.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/dil)