Buntut Atap SD di Gunungkidul Ambruk, Disdik Terjunkan Tim Cek Sekolah-sekolah

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Kamis, 10 Nov 2022 14:26 WIB
Atap SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul, ambruk, Selasa (8/11/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Gunungkidul -

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul meminta semua sekolah memantau kelaikan bangunannya. Disdik menerjunkan tim untuk memastikan kelaikan bangunan sekolah yang ada di Gunungkidul.

"Kami sudah membuat imbauan kepada seluruh kepala sekolah agar memantau fasilitas belajar mengajar. Semua itu agar kejadian di SD Muhammadiyah Bogor tidak terjadi lagi," kata Kepala Disdik Gunungkidul Nunuk Setyowati saat dihubungi wartawan, Kamis (10/11/2022).

Selain itu, para kelapa bidang (kabid) di Disdik bakal diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah mulai tingkat PAUD-SMP. Kabid bersama pengawas akan memastikan kondisi bangunan sekolah.

"Yang ada di lapangan adalah pengawas, nanti Kabid-kabid turun dibantu oleh pengawas yang ada. Seperti melihat ruang-ruang (kelas)," ujarnya.

Disebutnya, selama ini masih ada sekolah yang kurang pas dalam mengisi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan tujuan agar akreditasinya memenuhi. Padahal, saat pengecekan, kondisi sekolah tidak sesuai dengan Dapodik.

"Nah, data rusak dan tidak (sekolah di Gunungkidul) tergantung Dapodik, sekarang sekolah kalau mengisi Dapodik yang benar. Karena ada lho yang Dapodik mengatakan rusaknya ringan karena untuk akreditasi dan lain sebagainya tapi kenyataannya rusak," ungkapnya.

Terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada konstruksi atap SD Muhammadiyah Bogor, Playen, yang ambruk pada Selasa (8/11), Nunuk belum bisa mengungkapkan secara detail. Pasalnya SD tersebut SD swasta dan swakelola.

"Untuk audit menyeluruh memang perlu, karena ini swakelola jadi dari Komite kan, sehingga kami tidak bisa ikut intervensi di dalamnya. Tapi paling tidak kalau membangun sesuatu khususnya sekolah mbok sesuai dengan spesifikasi, seperti ada contoh pemasangan dulu sebelum dipasang beneran," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gunungkidul menyebut kemungkinan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Muhammadiyah Bogor, Playen akan kembali dimulai pekan depan. Namun, jika masih ada siswa yang memerlukan trauma healing, jadwal tersebut bisa berubah.

Penjelasan Ketua PDM Gunungkidul selengkapnya di halaman selanjutnya...




(apl/dil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork