Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukolilo 2 Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati kondisinya rusak berat sejak tahun 2019 silam. Warga sekolah takut bangunan ambruk saat kegiatan belajar mengajar.
Sebagai informasi SDN Sukolilo 2 Pati memiliki dua lokasi yakni di Dukuh Misik dan di Dukuh Ledok, hasil regrouping dengan SDN Sukolilo 2. Dua lokasi itu masih menjadi tempat belajar total 291 siswa. Jarak Dukuh Misik dan Dukuh Ledok sekitar 1 kilometer.
Kedua bangunan di dua lokasi itu sama-sama mengalami kerusakan. Namun, kerusakan terparah terlihat di SDN Sukolilo 2 Ledok yang terdampak longsor pada 2019 lalu. Pantauan detikJateng terlihat 9 ruang bangunan sekolah rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 9 ruangan itu, 2 di antaranya sudah tak digunakan akibat atap ambruk. Sementara 7 ruangan lainnya digunakan untuk ruang kelas dan ruang guru.
Mereka terpaksa menggunakan ruangan dengan tembok retak hingga plafon bolong-bolong karena tak ada pilihan lain. Kamar mandi sekolah pun tidak bisa digunakan karena telah rusak.
Kepala SDN Sukolilo 2 Arif Rifai mengatakan dulunya SD di Ledok ini bernama SDN Sukolilo 5, namun per tahun 2026 ini dilakukan regruping menjadi SDN Sukolilo 2.
Kerusakan di ruang kelas SDN Sukolilo 2 Pati, Jumat (17/7/2026). Terlihat tembok retak di salah satu ruang kelas. Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Rifai menjelaskan sekolahnya mengalami kerusakan setelah terkena longsor yang terjadi pada 2019. Dampaknya bangunan ruang kelas bagian belakang temboknya retak dan atapnya ambruk. Sejak itu, SDN Sukolilo 2 Pati belum pernah tersentuh perbaikan.
"Kalau mulai seperti ini kira-kira sejak tahun 2019, saat itu ada longsor dari tebing belakang sehingga retak kemudian atapnya ambruk," terang Rifai ditemui di lokasi, Jumat (17/7/2026).
Kondisi di SDN Sukolilo 2 Misik tak jauh berbeda. Sejumlah ruangan di sekolah itu juga mengalami kerusakan dan 2 di antaranya dinyatakan rusak sedang. Toilet sekolah pun sudah tak bisa digunakan.
"Kalau bangunan di atas (Dukuh Misik) ada 2 kategori rusak sedang dan kamar mandi rusak sedang. Total ada 9 ruang yang rusak, lalu ada kamar mandi yang tidak bisa digunakan," jelasnya.
Kerusakan di ruang kelas SDN Sukolilo 2 Pati, Jumat (17/7/2026). Plafon-plafon di ruang kelas pun bolong. Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Rifai mengatakan di sekolahnya terdapat 291 siswa dari kelas 1 sampai 6. Adapun siswa baru total ada 42 siswa. Dia menyebut kerusakan sekolah ini mengganggu aktivitas belajar siswa.
"Aktivitas terganggu pasti, tapi masih bisa diantisipasi oleh sekolah. Karena ada 9 ruang yang benar-benar tidak bisa dipakai ada 2 ruangan, jadi masih ada 7 ruang yang tersisa kegiatan belajar mengajar. Enam ruang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan 1 ruang guru," jelas Rifai.
"Sedangkan di atas ada 6 ruang kelas, 1 ruang guru dan 1 ruang perpustakaan," Rifai melanjutkan.
Siswa Dipulangkan jika Hujan Deras
Rifai mengatakan para guru melakukan pengawasan ekstra kepada siswanya. Sebab, seluruh bangunan sekolah rawan ambruk dan membahayakan. Terlebih saat hujan deras, guru pun terpaksa memulangkan siswa lebih awal.
"Kekhawatiran pasti, dari pihak guru melakukan upaya untuk mencegah supaya anak-anak tidak bermain di area berbahaya. Seperti di ruangan ini setiap hari ditutup dikunci," jelasnya.
"Area berbahaya sudah diantisipasi diingatkan agar tidak bermain di ruang kelas yang rawan. Karena di sini genteng rawan jatuh, di sini daerah terlarang untuk bermain. Kalau hujan deras ya dengan terpaksa dipulangkan daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," terang dia.
Rifai mengatakan pihaknya telah berupaya melaporkan kepada dinas terkait. Dijelaskan beberapa kali telah disurvei oleh dinas. Ia pun berharap agar segera ada pembangunan di sekolahnya yang mayoritas kondisinya sangat memprihatinkan.
Kerusakan di ruang kelas SDN Sukolilo 2 Pati, Jumat (17/7/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
"Sudah beberapa kali ditinjau, alhamdulillah informasinya tahun ini dapat revitalisasi sudah ada kepastian insyaallah dalam waktu dekat akan direhab yang mengalami rusak sedang dan berat," terang dia.
Salah satu guru kelas 5, Rifa Nashihatin, mengaku waswas ketika berada di sekolah SD Negeri Sukolilo 02 yang terletak di Dukuh Ledok ini. Bahkan, guru selalu mengawasi siswa agar tidak bermain di ruangan yang sudah lapuk dan ambrol.
"Karena setiap istirahat anak-anak bermain di lingkungan itu kita mengawasi dari atas, terus pada saat pembelajaran kita usahakan pada di bawah atap bocor kita hindari biar tidak terjadi yang tidak diinginkan," terang dia ditemui di lokasi.
Rifa bercerita saat hujan merasa khawatir dan takut jika bangunan sekolah ambruk secara tiba-tiba. Terlebih kondisi atap ruangan kelas banyak yang bocor.
"Terutama pas hujan, khawatir banget. Pas hujan itu bocor biasanya tempatnya digeser," jelasnya.
Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah membantu memperbaiki sekolah dasar tersebut. Sehingga para siswa dan guru bisa belajar dengan aman dan nyaman.
"Harapannya segera diperbaiki supaya anak-anak semua warga sekolah bisa belajar dengan nyaman dan tenang," jelasnya.



