Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Cihirup di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, ambruk pada Sabtu malam (10/10/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Ambruknya bangunan sekolah tersebut menyebabkan tiga ruang kelas mengalami kerusakan yang cukup parah.
Bahkan, video ambruknya bangunan SD tersebut viral di media sosial. Video itu menunjukkan bangunan sekolah dengan atap dan dinding yang rusak serta berlubang. Bagian jendela juga tampak pecah. Banyaknya material atap yang ambruk menyebabkan ruang kelas dipenuhi puing bangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Izin melaporkan ini sekolah SDN 3 Cihirup, Ciawigebang, Kabupaten Kuningan ambruk tadi sekitar pukul 19.45 WIB pada tanggal 10 Oktober 2026. Ini bangunan sebelah selatan yang ambruk," tutur suara dalam video tersebut.
Seorang warga Cihirup sekaligus perekam video, Bayu, menuturkan ambruknya atap bangunan sekolah tersebut terjadi pada malam hari. Kala itu, warga sekitar mendengar suara keras dari arah sekolah dan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan keadaan.
Menurutnya, ada tiga ruang kelas yang rusak akibat ambruknya bangunan sekolah tersebut. Meski begitu, karena terjadi di malam hari, ambruknya bangunan sekolah tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.
"Kejadian semalam diperkirakan sekitaran 19.45 atau 19.40 WIB, itu kejadian robohnya. Warga sekitar langsung melihat dan langsung memvideokan yang terdekat. Itu kan semua ada total ada tiga kelas. Yang parah itu yang tengah. Yang ambruk pisan itu satu kelas, cuman yang kiri-kanan itu ambruknya sepotong-sepotong," tutur Bayu. Minggu (11/10/2026).
Bayu memaparkan ambruknya bangunan sekolah tersebut diduga disebabkan kondisi bangunan yang sudah keropos. Bahkan, karena kondisinya tersebut, salah satu ruang kelas sudah tidak digunakan selama tiga minggu untuk menghindari potensi bahaya dari kondisi atap bangunan.
Ruang kelas yang rusak di SDN 3 Cihirup, Kuningan. (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar) |
"Pas kelihatan di atasnya agak mau rubuh. jadi sudah tidak dipakai lagi karena pihak guru mengerikan, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan, jadi dipindahkan kelas itu dipindahkan ke musala, Sudah 3 minggu sudah nggak dipakai. Terakhir pas habis acara Mauludan, anak-anak siswa lihat di atas atapnya itu udah melengkung mau rubuh," tutur Bayu.
Sebagai orang tua murid sekaligus warga setempat, Bayu berharap dinas terkait dapat memberikan perhatian khusus dan segera merealisasikan pembangunan kembali gedung sekolah yang ambruk tersebut secara berkualitas.
"Saya sebagai warga sih, karena anak saya sekolah di situ juga, harapannya dipercepat untuk dibangunkan kembali dan minta pembangunannya itu berkualitas. Jangan asal-asalan membangun kelihatan mewah tapi tidak berkualitas. Minta dipercepat untuk pembangunan karena ini darurat untuk siswa mengajar dan diajar," tutur Bayu.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Surya, juga membenarkan ambruknya SDN 3 Cihirup tersebut. Menurutnya, ambruknya bangunan tersebut disebabkan oleh kondisi kayu bangunan yang sudah lapuk. Ke depan, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mempercepat proses revitalisasi sekolah.
"Muhun. Tadi malam kejadiannya, kayu yang sudah lapuk. Sudah masuk usulan revitalisasi 2026, besok saya akan komunikasi dg kementerian, semoga bisa dipercepat program revitalisasi untuk SDN 3 Cihirup," kata Surya saat dikonfirmasi.
(orb/orb)

