Seorang pemuda di Brebes menyerahkan diri ke polisi. Dia mengaku telah membunuh ayahnya dan memutilasinya.
Polisi lantas melakukan penyelidikan atas pengakuan ini. Sempat ada beberapa kendala namun kini polisi telah menemukan titik terang.
Artikel tentang pembunuhan yang belum sepenuhnya terungkap ini menjadi salah satu berita paling populer di detikJateng selama sepekan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengakuan Pelaku
Kanit Reskrim Polsek Kersana, Aiptu Heri Sukamto mengakui adanya pengakuan pemuda bernama HS (27) tersebut. Pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengusut pernyataan pemuda tersebut.
Berdasarkan pengakuan HS, dia tak hanya memutilasi tapi juga membakar tulang belulang ayahnya hingga menjadi abu. Sebagian jasad ayahnya juga dilarung di aliran sungai Kluwut Bulakamba.
"Pengakuannya, ayah dia dibunuh dan dipotong 10 bagian. Potongan direbus 2 hari hingga hancur dan dibuang ke sungai Kluwut yang menuju ke laut. Tulangnya dibakar hingga menjadi abu," ujar Heri.
Pelaku mengaku sengaja membeli dandang besar untuk merebus tubuh ayahnya.
"HS sengaja beli dandang besar Rp 750 ribu untuk merebus potongan jasad ayahnya," kata dia.
Meski HS sudah mengakui perbuatannya itu, polisi ternyata belum menemukan dandang yang dimaksud.
Kendala Polisi
Meski HS sudah membuat pengakuan cukup lengkap, namun polisi menemukan beberapa kendala untuk mengungkapnya. Salah satunya adalah sulitnya memperoleh barang bukti yang mendukung karena pembunuhan itu menurut HS sudah dilakukan beberapa bulan lalu.
"Kendalanya minim alat bukti. Tapi penyelidikan tetap jalan untuk menemukan alat bukti kuat," ujar Heri.
Dikatakan Heri, selama proses pemeriksaan di rumah maupun pembongkaran septic tank, tidak ada jejak dari aksi HS. Alat yang dipakai membunuh, memutilasi, hingga merebus ayah kandungnya juga tidak ditemukan.
"Mungkin karena sudah empat bulan, jadi sudah lama. Belum ditemukan alat bukti yang kuat," papar dia.
Heri berujar, hingga saat ini, HS masih berstatus mengamankan diri di Polres Brebes usai mengaku membunuh sang ayah. Polisi juga belum menjadwalkan melakukan tes kejiwaan ke HS.
"Statusnya bukan ditahan, dia menyerahkan diri dan dibawa ke Polres untuk mengamankan diri. Sampai hari ini belum ada test kejiwaan," kata dia.
Titik Terang
Kapolres Brebes, AKBP M Ali Akbar, mengungkapkan polisi mendapatkan sampel darah di rumah HS. Temuan ini menjadi petunjuk untuk mengungkap kasus ini.
"Dari labfor (laboratorium forensik) sudah ambil sampel darah, nanti akan kita cocokkan dengan korban," kata Ali Akbar di Mapolres Brebes, Jumat (23/10).
Sampel darah diambil saat tim labfor melakukan olah TKP di dua lokasi berbeda. Pertama di rumah lama dan berikutnya di kompleks perumahan.
"Sampel berasal dari dua lokasi. Ini masih proses pemeriksaan nanti dicek apakah identik dengan korban," tambah Ali.
Selain mengambil sampel darah, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi. Bahkan HS pun masih terus dimintai keterangannya terkait testimoninya itu.
"Sudah ada 7 orang yang dimintai keterangannya. Untuk itu bila ada info apapun dari masyarakat terkait HS mohon diteruskan pada kami," tegasnya.
Terkait kesehatan jiwa HS, sejauh ini belum dilakukan tes kejiwaan. Akan tetapi, selama proses pemeriksaan, HS selalu konsisten, tidak berbelit-belit dalam memberikan jawaban dan kooperatif.
"Nanti pelaku akan diperiksa dokter psikologis. Tapi keterangan pelaku masih konsisten tidak berbelit-belit, koperatif," lanjutnya.
