Ditetapkan Jadi Gubernur DIY 2022-2027, Sultan: Rayakan Sederhana

Heri Susanto - detikJateng
Selasa, 09 Agu 2022 19:33 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X diwawancarai wartawan usai Rapat Paripuna Dalam Rangka Penetapan Gubernur dan Wagub DIY periode 2022-2027 di Kantor DPRD DIY, Selasa (9/8/2022).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X diwawancarai wartawan usai Rapat Paripuna Dalam Rangka Penetapan Gubernur dan Wagub DIY periode 2022-2027 di Kantor DPRD DIY, Selasa (9/8/2022). Foto: Heri Susanto/detikJateng
Yogyakarta -

DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menetapkan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wagub DIY periode 2022-2027. Sultan mengajak masyarakat DIY untuk tidak melakukan perayaan atau menunjukkan euforia berlebihan.

Sultan mengajak semua pihak tetap dalam kesederhanaan karena kondisi yang masih di masa pandemi dan belum pulih sepenuhnya ekonomi masyarakat.

"Saya tidak bisa memaksakan (keinginan), tapi terserah masyarakat sendiri. Namun harapan saya, (perayaan) bukan saat ini tapi nanti setelah tanggal 10 Oktober. Yang kedua karena pandemi masih ada dan kondisi ekonomi juga belum pulih sepenuhnya, saya berharap kesederhanaan di dalam merayakan juga penting. Jadi jangan sampai nanti sepertinya kemewahan yang terjadi, saya minta itu bisa dihindari," kata Sultan, Selasa (9/8/2022).


Sementara itu Sultan menyampaikan terima kasih kepada DPRD DIY yang telah menyelesaikan tahapan-tahapan penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

"Harapan saya, pelantikan (Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2022-2027) oleh Presiden pun bisa tepat waktu. Dengan demikian, bisa terpenuhi seluruh proses (pelantikan) sebagaimana mestinya sesuai dengan bunyi undang-undang. Sekali lagi terima kasih kepada DPRD DIY yang telah memproses (tahapan-tahapan) ini jauh hari sebelum habis masa jabatan," jelasnya.

Mengenai visi-misi dan program kerja masa jabatan 2022-2027 yang telah dipaparkan dalam Rapat Paripurna DPRD DIY pada Senin (8/8), Sultan mengungkapkan akan ditindaklanjuti dengan penyusunan RPJMD DIY 2022-2027. Dalam RPJMD lima tahun ke depan ini akan tercantum pelaksanaannya yang lebih mendetail.

"Nanti (visi-misi dan program kerja) akan berproses karena perlu tindak lanjut. Nanti ada proses (penyusunan) RPJMD, nanti akan dibicarakan lebih jauh di situ. Mungkin juga nanti ada aspirasi yang tumbuh, apakah akan terjadi perubahan-perubahan rencana atau bagaimana. Tentu sebagai aspirasi perlu dibicarakan lebih jauh," kata Sultan.

Diberitakan sebelumnya, DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menetapkan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wagub DIY periode 2022-2027. Setelah penetapan ini, DPRD DIY akan mengusulkan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Setelah penetapan ini, akan kami serahkan pengusulan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY kepada Presiden RI lewat Menteri Dalam Negeri RI," kata Ketua DPRD DIY Nuryadi usai Rapat Paripurna Penetapan Gubernur dan Wagub DIY di Kantor DPRD DIY, Selasa (9/8).

Penetapan ini lebih cepat dari tenggang waktu maksimal 10 Oktober 2022. Nuryadi mengungkapkan dengan penetapan ini tugas DPRD DIY telah sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY dan Perdais Tata Cara Penetapan Gubernur dan Wagub DIY.

"Lewat Rapat Paripurna tadi ini, kami telah menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY masa jabatan 2022-2027," ujarnya.

"Kami sudah melaksanakan seluruh amanah UU Keistimewaan dan Perdais. Semoga, dengan tahapan yang lebih cepat ini, bisa segera dilantik Presiden dan Menteri Dalam Negeri," jelasnya.

Sebagai informasi, jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode ini akan berakhir pada 10 Oktober 2022 mendatang. Selanjutnya, Sultan dan Paku Alam yang bertakhta akan dilantik sebagai pasangan kepala daerah DIY tanpa pemilihan umum seperti halnya daerah lain. Ini sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Keistimewaan DIY Nomor 13 Tahun 2012, dimana jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY dilakukan dengan penetapan, bukan pemilihan.

(rih/apl)