Pengelola Skuter Listrik Jogja Ngotot Beroperasi, Sultan: Negara Ada Aturan

Heri Susanto - detikJateng
Jumat, 29 Jul 2022 17:13 WIB
Pemilik atau pengelola skuter listrik di kawasan Malioboro dan sekitarnya menggeruduk kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (28/7/2022).
Pemilik atau pengelola skuter listrik di kawasan Malioboro dan sekitarnya menggeruduk kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (28/7/2022). Foto: Heri Susanto/detikJateng)
Yogyakarta -

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mempersilakan pemilik skuter listrik yang tergabung dalam Aliansi Skuter Listrik Jogja memprotes kebijakan larangan operasi di sepanjang Malioboro sampai Tugu. Tapi Sultan menegaskan bahwa dalam bernegara memiliki aturan.

Sultan pun menyebut mestinya aturan itu bisa dimengerti seluruh pemilik dan pengelola jasa skuter listrik di sepanjang Malioboro sampai Tugu.

"Protes boleh. Tapi negara ini punya aturan bukan dia yang punya Republik. Jadi mestinya juga mengerti," kata Sultan saat diwawancarai wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Jumat (29/7/2022).


Sultan mengimbau pemilik skuter jangan memaksakan keinginan tetap beroperasi di Malioboro sampai Tugu. Meski dengan alasan ekonomi atau dapur.

"Janganlah kita berbicara sepertinya tidak ada aturan. Bernegara berbangsa, jadi maunya biar pun nggak tetep masalah dapur. Itu kan alasan kuno. Dia sebelum listrik juga makan kok. Kalau ndak kan sudah meninggal dulu-dulu," tegasnya.

Sultan berharap pemilik skuter listrik tersebut tetap mengedepankan logika.

"Jadi kalau alasan perut nggak ada logika. Jadi karena punya skuter listrik aja," imbuhnya.

Sultan Hanya Larang di Sumbu Filosofi

Soal tempat operasional skuter listrik, lanjut Sultan, pihaknya hanya meminta mereka tidak beroperasi di sumbu filosofi saja. Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur No 551/4671 tentang Larangan Operasional Kendaraan Tertentu Menggunakan Penggerak Motor Listrik di Jalan Margo Utomo, Jalan Margo Mulyo, dan Jalan Malioboro.

"Kami mintanya hanya di sumbu filosofi. Di luar sumbu filosofi, itu kan wewenang Kabupaten/Kota. Kami buatkan Edaran dari sana karena wewenang ada di sana (Kota Jogja)," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Penjabat Wali Kota Jogja Sumadi memastikan pihaknya sudah mengirimkan draf Peraturan Wali Kota (Perwal) larangan skuter listrik beroperasi di seluruh Kota Jogja. Menurutnya, pemilik skuter listrik ada yang bukan berasal dari Kota Jogja.

"Sudah kami kirimkan. Ya karena mereka ini saya lihat sendiri bukan berasal dari Kota Jogja. Kemudian, saat ditertibkan mereka sembunyi-sembunyi saat operasional," kata Sumadi.



Simak Video "Diterjang Gelombang Pasang, Puluhan Lapak di Pantai Depok Bantul Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/rih)