Batu diduga yoni berada di tengah ladang Pedukuhan Munggur Wetan, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Warga menyebut tidak ada perhatian dari pemerintah terkait temuan batu itu, bahkan alu dan arca di dekat batu itu sudah hilang dicuri.
Warga Pedukuhan Munggur Wetan Sukirno (64) menjelaskan keberadaan batu yang diduga lingga yoni ini sudah ada sejak 1942-1945. Saat itu, kata Sukirno, benda tersebut tertimbun tanah di tengah ladang Munggur Wetan.
"Ini (lingga yoni) sudah di sini sekitar tahun 1942-1945 dan saat itu masih tertimbun tanah," katanya saat ditemui di Munggur Wetan, Gunungkidul, Rabu (27/7/2022).
Seiring berjalannya waktu, tepatnya tahun 1962 di sekitar lokasi lingga yoni tersebut berdiri pemukiman warga. Namun, permukiman tersebut akhirnya pindah karena kerap mengalami hal yang aneh mulai dari terbakar hingga kerap munculnya ular berukuran besar.
"Awalnya dulu ini disebut jambu lumpang yang sangat angker. Warga masyarakat kalau mendekat ke sini saja takut, bahkan belum mendekat sampai sini saja sudah pada kesurupan," ucapnya.
Seiring berjalannya waktu, kata Sukirno, bagian dari lingga yoni hilang. Sukirno menyebut hilangnya bagian tersebut karena dicuri orang.
"Terus saya sering ke sini, kok ada bekas galian ternyata arca yang bentuk perempuan tidak ada, warnanya putih dan meski di tanah tidak ada kotoran yang menempel, lalu alunya juga hilang," ucapnya.
"Kejadian itu kalau tidak salah tahun 1974 dan memang dicuri orang pada saat itu. Karena dulu memang banyak batu seperti ini (berbentuk persegi panjang berwarna putih)," lanjut Sukirno.
Oleh sebab itu, Sukirno memberitahu pemerintah Desa agar melakukan upaya untuk melestarikan dan melindungi benda peninggalan sejarah tersebut. Namun hal itu tidak berujung manis dan malah keberadaan peninggalan itu semakin terbengkalai.
"Tapi ternyata masyarakat bahkan pemerintah itu tidak ada merespons sebenarnya ini batu apa. Dulu pak Camat, anggota Dewan katanya mau membangun sampai sekarang tidak ada realisasinya," katanya.
Hingga pada akhirnya Sukirno menggali dan mulai menaikkan batu tersebut ke permukaan tanah, tepatnya di bawah pohon jambu dan pohon sirsak. Hal tersebut Sukirno lakukan belum lama ini.
"Awalnya terkubur dan ini (batu lingga yoni) saya naikkan lima tahun lalu," ujarnya.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya...
(sip/aku)