Ikut Syuting Jadi Figuran, Warga Ngluweng Malah Belum Nonton KKN di Desa Penari

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Kamis, 19 Mei 2022 17:26 WIB
Ketua RT 2 RW 1 Pedukuhan Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul Chasanah, Rabu (18/5/2022).
Ketua RT 2 RW 1 Pedukuhan Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Chasanah, Rabu (18/5/2022). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Gunungkidul -

Warga Pedukuhan Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, kebagian peran figuran saat desanya menjadi lokasi syuting film KKN di Desa Penari. Kini usai filmnya tayang di bioskop hingga dibanjiri jutaan penonton, warga tersebut mengaku belum pernah menonton.

"Sampai sekarang malah belum lihat," kata Ketua RT 2 RW 1 Ngluweng, Gunungkidul, Chasanah saat dihubungi wartawan, Kamis (19/5/2022).

Chasanah bercerita, bahwa keluarganya sempat beberapa kali hendak menonton film KKN di Desa Penari. Namun sesampainya di bioskop tiket film tersebut habis terjual.

"Kemarin keluarga bilang kalau pas mau nonton malah sudah habis tiketnya," ujarnya.

Karena itu, besar harapan Chasanah agar warga khususnya yang menjadi peran figuran, dapat menonton film tersebut. Bahkan, Chasanah menyebut siap menaiki truk bersama-sama warga untuk menonton film yang paling banyak mengambil lokasi syuting di Gunungkidul tersebut.

"Ya kalau saya pribadi ingin sekali nonton film itu, warga sini juga ingin nonton. Bahkan dulu sempat berencana mau naik truk untuk nonton di bioskop," ucapnya.

Sebelumnya, Chasanah mengaku pernah ikut syuting film KKN di Desa Penari beberapa kali. Diawali saat syuting di area Pedukuhan Ngluweng.

"Aku ikut jadi petani gendong kayu, saat itu gendong kayu dua kali dan itu di area Pedukuhan Ngluweng," kata dia.

Tak hanya itu, Chasanah mengaku ikut syuting lagi di kawasan hutan Wanagama. Di salah satu joglo hutan tersebut, Chasanah memerankan salah satu hantu di film KKN di Desa Penari.

"Terus yang dua kali di Wonogomo itu dicoret-coret mukanya jadi jurit, setan itu. Jadi beda lokasi antara yang jadi pencari kayu sama setan," ujarnya.

"Yang pertama (di Wanagama) ikut pesta-pesta, yang ada gamelannya itu sama ada penarinya itu. Yang pesta dandan biasa, kalau duduk-duduk di Joglo itu yang dicoret-coret mukanya," lanjut Chasanah.

Proses syuting berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Menurutnya, lamanya proses syuting karena ada puluhan warga yang ikut syuting secara bergantian.

"Di make up-in itu sama orang sana. Itu datang jam 9 pagi dan syutingnya malam. Karena gantian, kan ada sekitar 30 orang dan dandannya lain-lain. Selain itu tidak boleh bengong selama syuting," ucapnya.

Terkait honor yang dia peroleh, Chasanah enggan menyebutkan nominalnya secara rinci. Hal itu karena Chasanah merasa tidak enak jika mengumbar hal pribadi khususnya masalah honor kepada orang lain.

"Pokoknya dikasihlah, saya tidak enak sebut nominal. Ya puluhan ribu sekali ikut," ujarnya.



Simak Video "Ditinggal Sang Pemilik, Rumah Tempat Syuting 'KKN di Desa Penari' Dijual"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)