Warga Ngluweng Jadi Figuran Film KKN di Desa Penari, Berapa Honornya?

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Kamis, 19 Mei 2022 15:12 WIB
Lokasi syuting KKN di Desa Penari di Playen, Gunungkidul, Rabu (18/5/2022).
Lokasi syuting KKN di Desa Penari di Playen, Gunungkidul, Rabu (18/5/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Gunungkidul -

Pemilihan Pedukuhan Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul menjadi lokasi syuting film KKN di Desa Penari ternyata menjadi berkah tersendiri bagi warga. Selain desanya jadi ramai saat syuting, warga juga dilibatkan dalam pembuatan film sebagai pemain figuran.

Ketua RT 2 RW 1 Pedukuhan Ngluweng Chasanah mengaku ikut syuting beberapa kali. Meski hanya menjadi pemain figuran, dia memainkan beberapa peran sekaligus.

"Aku ikut jadi petani, gendong kayu. Saat itu gendong kayu 2 kali dan itu di area Pedukuhan Ngluweng," kata Chasanah kepada detikJateng, Kamis (19/5/2022).

Tak berhenti sampai di situ, Chasanah mengaku ikut syuting lagi di kawasan hutan Wanagama. Di salah satu joglo yang ada di hutan tersebut, Chasanah memerankan salah satu hantu di film KKN di Desa Penari.

"Terus yang 2 kali di Wanagama itu dicoret-coret mukanya jadi jurit, setan itu. Jadi beda lokasi antara yang jadi pencari kayu sama setan," ujarnya.

"Yang pertama ikut pesta-pesta, yang ada gamelannya itu sama ada penarinya itu. Yang pesta dandan biasa. Kalau duduk-duduk di Joglo itu (jadi hantu) yang dicoret-coret mukanya," lanjut Chasanah.

Chasanah bercerita proses syuting film horor itu berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Menurutnya, lamanya proses syuting karena ada puluhan warga yang ikut syuting secara bergantian.

"Di-make up sama orang sana. Itu datang jam 9 pagi dan syutingnya malam. Karena gantian, kan ada sekitar 30 orang dan dandannya lain-lain. Selain itu tidak boleh bengong selama syuting," ucapnya.

Ketua RT 2 RW 1 Pedukuhan Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul Chasanah, Rabu (18/5/2022).Ketua RT 2 RW 1 Pedukuhan Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul Chasanah, Rabu (18/5/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Terkait honor yang dia peroleh, Chasanah enggan menyebutkan nominalnya secara rinci. Hal itu karena Chasanah merasa tidak enak jika mengumbar hal pribadi khususnya masalah honor kepada orang lain.

"Pokoknya dikasihlah, saya tidak enak sebut nominal. Ya puluhan ribu sekali ikut," ujarnya.

"Jangan sebut nominal, tidak enak. Yang jelas dengan adanya syuting film di sini (Ngluweng) warga ikut kecipratan rezeki," katanya menambahkan.

Sementara itu, Sukadi (67) mengaku sempat ikut syuting selama satu hari. Warga Ngluweng ini mengaku senang bisa ikut syuting film yang saat ini sudah ditonton sekitar 7 juta orang.

"Saya hanya sehari saja, ikut sekali, mereka di sini sebulan. Hanya yang mengumpulkan kayu saja saya," ujarnya.

Sementara warga Ngluweng lainnya, Sardiman (63) mengaku ikut syuting selama 3 hari. Sardiman merasa capek selama mengikuti syuting tersebut, namun Sardiman mengaku senang.

"Saya jadi memikul tomblok (keranjang), saya syuting 3 kali dan ternyata capek ikut syuting itu. Tidak banyak percakapan. Saya ikut syuting di 3 tempat. Setiap adegan ada 5-10 menit," ujarnya.

"Selain itu, saya jaga malam di setiap lokasi syuting jaga alat-alat dapat Rp 2 juta. Saya jaga bersama 2 rekan saya yaitu Antok dan Marsidi, semua masing-masing dapat dua juta," lanjut Sardiman.

Menyoal di mana saja tempat menginap para kru dan pemain film tersebut, Sardiman mengaku tidak ada yang menginap di Ngluweng. Sebagian besar mereka menginap di Wanagama dan Jogja.

"Selama syuting baik kru dan pemain menginap di Wanagama dan Jogja juga. Jadi di sini hanya untuk transit saja selama syuting," ucapnya.



Simak Video "Ditinggal Sang Pemilik, Rumah Tempat Syuting 'KKN di Desa Penari' Dijual"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ams)