Unik! Pengantin Gunungkidul Ini Ijab Kabul Dalam Gua-Maharnya Walang Goreng

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Selasa, 29 Mar 2022 15:30 WIB
Prosesi pernikahan unik 2 mempelai pengantian di Gunungkidul, Selasa (29/3/2022)
Prosesi pernikahan unik 2 mempelai pengantian di Gunungkidul, Selasa (29/3/2022). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Gunungkidul -

Dua mempelai pengantin menggelar pernikahan unik di dalam Gua Ngringong, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Maharnya pun tak kalah unik yakni sestoples walang (belalang) goreng.

Pernikahan berkonsep unik ini digelar oleh Golek Garwo Fortais & Nikah Bareng Nasional di kawasan Gua Ngingrong, Kalurahan Mulo, Gunungkidul, siang tadi. Pantauan detikJateng, Selasa (29/3/2022), acara dimulai dengan kirab pengantin dengan cucuk lampah tujuh rebana Shoutul Fata.

Sementara pasangan pengantin membawa pohon kelapa gading muda dan mahar berupa seperangkat alat salat dan satu toples walang goreng. Selanjutnya dilakukan penanaman bibit kelapa gading muda atau cengkir di kawasan Gua Ngingrong.

Setelah selesai, salah seorang mempelai yakni Rumadi (36), warga Ringinharjo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul menaiki flying fox sembari membawa bunga untuk pujaan hatinya, Rika (37), warga Ringinharjo yang menunggu di tempat pemberhentian flying fox.

Selesai melakukan hal tersebut, kedua pasang mempelai menuruni tebing menuju Gua Ngingrong. Medan yang dilalui cukup menantang karena terdiri dari bebatuan yang licin.

Sesampainya di mulut gua yang masih alami ini, semua rombongan beristirahat sebentar dan tampak para perias memperbaiki riasan para calon pengantin. Setelah dirasa cukup, prosesi dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an surat Al 'Alaq yang menggema di dalam gua.

Prosesi pernikahan unik 2 mempelai pengantian di Gunungkidul, Selasa (29/3/2022)Setoples walang goreng jadi mahar pernikahan unik di Gunungkidul, Selasa (29/3/2022). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)

Prosesi dilanjutkan dengan ijab kabul dengan dipimpin langsung Kepala KUA Wonosari Harsono dengan saksi nikah Panewu (Camat) Wonosari Siswanto dan Lurah Mulo Sugiyarto.

Salah satu mempelai pria, Rumadi mengaku awalnya berniat menikah namun karena terkendala pandemi COVID-19, dirinya berniat menunda pernikahannya dengan Rika. Rekannya mengetahui hal ini dan mengarahkan Rumadi untuk menghubungi Ketua Golek Garwo Fortais & Nikah Bareng Nasional Ryan Budi Nuryanto.

"Niat saya ikut nikah unik ini biar bisa menikah sebelum bulan Ramadan. Motivasinya di sini (Rika) tidak ada keluarga dan ibaratnya saya duda lihat dia di sini tidak ada keluarga lalu saya nikahi saja," ucapnya kepada wartawan di Gua Ngingrong, Selasa (29/3/2022).

Rumadi mengaku tidak ada kendala saat menuruni jalur ke Gua Ngingrong. Kendati demikian, dia mengaku sedikit gemetar saat harus menggunakan flying fox untuk menjemput Rika.

"Perasaannya susah-susah senang ini, susahnya karena tadi agak gemetar naik flying fox karena baru pertama kali. Tapi karena tekad saya dan disemangati tadi maka harus saya lakukan," ujarnya.

Sementara itu, mempelai laki-laki lainnya, Yudi Nuryanto (29), warga Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Sleman mengaku baru berpacaran dengan pasangannya, Arismawati (48) sekitar satu tahun. Selanjutnya Yudi berniat meminang belahan jiwanya namun terkendala biaya karena hantaman pandemi.

"Yang jelas senang karena sebelumnya belum pernah menikah seperti ini dan ini penuh perjuangan sehingga sangat berkesan," ucapnya.

Sementara itu mempelai wanita, Arismawati, warga Kapanewon Pakem, Sleman mengaku sempat ragu untuk menikah dengan Yudi. Terlebih Yudi mengalami sedikit kendala dalam pekerjaan karena pandemi.

"Tadinya masih nanti-nanti, dan calon suami saya agak macet akibat Corona. Lalu dari grup ada nikah bareng dan menghubungi mas Ryan dan akhirnya menikah ini," ucapnya.

Arismawati melanjutkan, bahwa mengenal Yudi baru sekitar satu tahun. Arismawati mengaku mengenal Yudi dari media sosial Facebook.

"Ketemunya di Facebook dan ketemuan pertamanya jajan bakso dan setelah itu kok sudah ketemu masih bocah dan saya bimbang, karena selisih umur saya dengan Yudi 19 tahun. Akhirnya 2-3 bulan diajak ketemu lagi tapi saya bilang masih pikir-pikir, dan karena dia sabar dan pola pikirnya sudah dewasa itu saya akhirnya maju lagi," ujarnya.

Terlepas dari hal tersebut, dia mengaku sangat senang bisa menikah lagi. Bahkan, dia berharap ini menjadi pernikahan yang terakhir kalinya.

"Perasaannya ya sangat senang dan kagum, semoga ini bisa lebih semangat dan berkesan. Semoga ini yang terakhir, dan lebih baik dari kemarin-kemarin karena saya sudah tiga kali ini menikah," katanya.

Prosesi pernikahan unik 2 mempelai pengantian di Gunungkidul, Selasa (29/3/2022)Mempelai pria naik flying fox di Gunungkidul, Selasa (29/3/2022). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)

Sementara, Ketua Golek Garwo Fortais & Nikah Bareng Nasional Ryan Budi Nuryanto mengatakan, penggunaan flying fox bagi mempelai untuk menjemput pasangannya memiliki arti khusus. Begitu pula dengan mahar berupa satu stoples walang goreng.

"Ini (menggunakan flying fox untuk menjemput pasangan) mengandung filosofi bahwa perjalanan panjang dalam pernikahan harus dilalui dengan bersama-sama. Kalau mahar walang goreng itu untuk mengangkat kuliner khas Gunungkidul," katanya.

Sementara penanaman bibit kelapa gading muda dalam filosofi jawa berarti pikiran yang teguh dan mantap sebelum melakukan ijab kabul. Ryan menyebut filosofinya agar pengantin berdua dalam menjalani kehidupan selalu dilandasi pendirian yang teguh.

"Sehingga kemungkinan menikah di dalam gua ini jadi yang pertama di Indonesia, khususnya di Gunungkidul," ujarnya.

Panewu Wonosari Siswanto menambahkan, acara pernikahan unik ini akan meninggalkan kenangan kuat bagi pesertanya. Terutama menjadi kenangan unik yang bisa diceritakan ke kerabat hingga masyarakat.

"Jadi kisah mereka menikah di Gua Ngingrong ini nantinya bisa disampaikan ke anak-cucu," pungkasnya.



Simak Video "Unik! Pasangan Pengantin di Polman Ini Diarak Pakai Gerobak Dorong"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/sip)