Jelang Melasti, Ratusan Umat Hindu Reresik Segara Pantai Parangkusumo

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Sabtu, 26 Feb 2022 10:58 WIB
Umat Hindu Reresik Segara di Pantai Parangkusumo jelang Melasti, Sabtu (26/2/2022).
Umat Hindu Reresik Segara di Pantai Parangkusumo jelang Melasti, Sabtu (26/2/2022). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Bantul -

Ratusan umat Hindu melakukan reresik segara atau bersih pantai di Pantai Parangkusumo, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul, hari ini. Hal itu dilakukan untuk menjaga hubungan manusia dengan alam jelang Melasti besok.

Pantauan detikJateng di lokasi, ratusan orang berpakaian adat Bali memunguti sampah di pinggir pantai Parangkusumo, Bantul lalu memasukkannya ke kantong plastik berwarna merah. Tampak pula beberapa dari mereka memunguti sampah dengan tongkat dengan ujung runcing.

Ketua Umum Hari Raya Nyepi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) I Putu Sugiartha Sanjaya mengatakan, kegiatan reresik segara atau membersihkan sampah di pantai memiliki esensi pembelajaran kepada manusia soal bagaimana memperlakukan sampah agar jangan sampai membebani kehidupan di masa mendatang.


"Kalau dikaitkan dengan hari raya Nyepi, ini adalah bentuk lain dari implementasi Tri Hita Karana, yaitu hubungan manusia dengan alam," katanya saat ditemui di Pantai Parangkusumo, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Sabtu (26/2/2022).

"Jadi bagaimana manusia menjaga alam agar alam itu memberi rasa harmonis dan efek positif bagi manusia," lanjut Sanjaya.

Sanjaya menyebut karena sebagian besar pesertanya merupakan umat Hindu yang tinggal di DIY. Beberapa di antaranya mahasiswa.

"Peserta ada sekitar 150 orang yang terdiri dari keluarga mahasiswa Hindu Dharma DIY, pemuda hindu Banguntapan, pemuda Hindu Kapanewon Kretek dan yang ada juga umat lain dari Pedukuhan Mancingan, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek," ujarnya.

Sanjaya juga menjelaskan alasan dipilihnya Pantai Parangkusumo sebagai lokasi reresik segara.

"Mengambil tempat di Parangkusumo karena besok akan dilaksanakan kegiatan Melasti," ucapnya.

Dia memaparkan makna dari Melasti yakni ritual umat Hindu untuk memohon kepada Tuhan melalui laut untuk membersihkan diri. Selain itu membersihkan sarana prasarana upacara agar siap dalam melaksanakan catur brata penyepian.

"Sebelum Catur Brata Penyepian ada Tawur Kesanga. Jadi supaya lebih bersih dan sarana upacara juga bersih menyongsong hari raya Nyepi," ujarnya.

"Harapannya ini (kegiatan membersihkan pantai) berlanjut dan tidak hanya saat hari raya Nyepi," pungkas Sanjaya.



Simak Video "Situs Sakral di Area Pantai yang Penuh dengan Aura Mistis, Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)