Satu dari dua buron kasus perampokan yang menyasar SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, akhirnya menyerahkan diri. Polisi kini masih memburu satu tersangka lain yang masih melarikan diri.
Diketahui, salah satu buron yang bernama Sapto Ari Santoso alias AR (53) menyerahkan diri pada Sabtu (15/8). Kabar itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Arif Kristiawan.
"Seorang tersangka berinisial AR menyerahkan diri kepada polisi pada Sabtu, 15 Agustus 2026," kata Arif lewat keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun perampok lain yang masih diburu berinisial AD.
"Kami masih melakukan pengejaran terhadap satu orang DPO dan penelusuran terhadap barang bukti lainnya. Penyidik juga terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya," paparnya.
5 Pelaku Sudah Ditangkap
Dengan keputusan AR menyerahkan diri, sudah lima dari enam komplotan perampok SPBU Selokromo yang diamankan. Keempat pelaku lain yang lebih dulu dibekuk adalah MRAP (33) asal Banjarnegara, WW alias RD (20) asal Banjarnegara, AH (37) asal Bantul, dan RATS (42) asal Wonosobo.
Arif tidak merinci di mana tempat persembunyian AR sebelum memutuskan datang secara sukarela. Dari pelaku tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti uang tunai.
"Dari tersangka tersebut, penyidik menyita uang hasil kejahatan sebesar Rp 260,421 juta. Polisi juga mengamankan Toyota Vios dan Honda HRV yang diduga digunakan dalam rangkaian aksi," sebut Arif.
Polisi juga sudah berhasil menemukan senjata api rakitan jenis revolver berwarna silver dan peluru PL22 yang digunakan pelaku. Senjata api itu ditemukan di rumah tersangka RAT.
"Dalam pengembangan perkara, kami berhasil mengamankan satu senjata api rakitan jenis revolver beserta pelurunya. Saat ini senjata tersebut masih kami dalami, termasuk kepemilikan dan kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi," ujar Arif.
Hingga hari ini, polisi telah mengamankan uang tunai hasil kejahatan sebesar Rp 408,743 juta. Sejumlah barang hasil kejahatan juga disita, antara lain sepeda motor Yamaha NMAX, Honda Beat, tiga unit telepon seluler, serta sepatu dengan nilai taksiran Rp 59,1 juta.
Terungkap Merupakan Eks Manajer SPBU
AKP Arif melanjutkan, Sapto atau AR merupakan otak di balik perampokan tersebut. Ia merinci Sapto bisa mendalangi aksi kejahatan itu karena pernah menjadi manajer di SPBU Selokromo.
Baca juga: Otak Perampok SPBU Wonosobo Menyerahkan Diri |
"AR diketahui pernah menjabat sebagai manajer SPBU Selokromo pada 2006 hingga 2009," ungkapnya.
Ari juga disebutkan sebagai pelaku utama dalam perampokan uang SPBU senilai sekitar Rp 700 juta itu. Dia merencanakan hingga mengatur dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut.
"AR sebagai pelaku utama yang berperan dalam merencanakan dan mengatur pelaksanaan aksi, termasuk upaya menghilangkan barang bukti setelah kejadian," terang Arif.
Arif menyebut barang bukti dibakar di salah satu jembatan di Desa Gayam, Banjarnegara. Adapun barang buktinya berupa DVR CCTV dibakar.
"Polisi menemukan lokasi yang diduga digunakan untuk membakar atau memusnahkan barang bukti di jembatan lama Rejasa, Desa Gayam, Kabupaten Banjarnegara. Dari lokasi tersebut ditemukan sisa pembakaran berupa kotak DVR CCTV dan bagian ritsleting rompi atau jaket," jelasnya.
Perampokan dalam 12 Menit
Diberitakan sebelumnya, komplotan perampok membawa kabur uang senilai Rp 700 juta dari SPBU Wonosobo. Perampokan dilakukan dengan persiapan matang dan waktu yang terbilang singkat.
"Tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada tanggal 9 Agustus, hari Minggu malam sekira pukul 23.30 dengan kerugian Rp 700 juta, TKP di SPBU di wilayah Selokromo, Kecamatan Leksono," kata Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja, dalam konferensi pers di Mapolres Wonosobo seperti dalam video yang diterima detikJateng, Jumat (14/8).
Adapun pelaku yang tertangkap berinisial MRAP (33) asal Banjarnegara, WW alias RD (20) asal Banjarnegara, AH (37) asal Bantul, dan RATS (42) asal Wonosobo. Sementara tersangka yang masih buron berinisial AR dan AD.
"Pelaku berjumlah enam orang, yang tertangkap ada empat. Kami akan terus berupaya untuk mengejar DPO," sebut Ricky.
Ricky menyebut pihaknya telah mengantongi identitas kedua DPO yakni AR dan AD. AD dikonfirmasi sebagai orang dalam yang menjadi otak perampokan.
"Itu, si AR (orang dalam) itu, orang kepercayaannya. Karena orang dalam itu jadi tahu sistem penyimpanan keuangannya bagaimana, kapan disetor, kapan disimpan, sehingga memilih timing harinya, timing waktunya. Itu sudah diperhitungkan," jelasnya.
Perampokan tersebut telah disiapkan sekitar 10 hari di sebuah kosan di Banjarnegara. Pada H-2 aksi, mereka berlatih di sebuah bengkel di Kecamatan Leksono.
"Perencanaan ini dilakukan akhir Juli sebenarnya, 10 hari sebelum kejadian, di sebuah kos-kosan di Banjarnegara. Kemudian H-2 mereka berlatih di sebuah bengkel di wilayah Leksono," bebernya.
Mereka juga merental sebuah mobil dan memodifikasinya agar tidak terlihat CCTV. Adapun peran keenamnya yakni empat orang merampok, satu orang menunggu, dan satu lainnya memastikan situasi aman.
"Empat orang di dalam mobil, satu orang menunggu, mempersiapkan di dalam bengkel, satu orang memastikan situasi berjalan aman dengan menggunakan sepeda motor," jelasnya.
Pelaku juga membakar barang bukti berupa DVR yang menyimpan rekaman CCTV di SPBU. Meski begitu aksi mereka masih terpantau CCTV sekitar dan diketahui perampokan berlangsung cukup singkat.
"Aksi ini terekam CCTV di sekitar, walaupun CCTV di TKP diambil DVR dan dibakar. Namun CCTV lain merekam, waktu mereka melakukan cukup singkat melakukan itu. (Pukul) 23.25 sampai dengan 23.37 itu mereka berhasil keluar dan kabur," ujar Ricky.
Simak Video "Kembali Ke Rumah Warga Setempat Setelah Mengobati Kembung di Wonosobo"
[Gambas:Video 20detik] (apu/apu)
