Drama 12 Menit Perampok SPBU Wonosobo Sikat Duit Setoran Rp 700 Juta

Terpopuler Sepekan

Drama 12 Menit Perampok SPBU Wonosobo Sikat Duit Setoran Rp 700 Juta

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 16 Agu 2026 09:52 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP perampokan di SPBU Selokromo di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Foto diunggah Senin (19/8/2026).
Polisi saat melakukan olah TKP perampokan di SPBU Selokromo di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Foto diunggah Senin (19/8/2026). Foto: dok. Polres Wonosobo
Wonosobo -

Sekelompok orang merampok sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Wonosobo. Dalam aksi secepat kilat itu kawanan perampok berhasil membawa kabur uang ratusan juta rupiah.

Aksi perampokan yang terjadi di tengah malam itu menjadi salah satu berita yang banyak diakses oleh pembaca detikJateng dalam sepekan terakhir.

Beraksi Tengah Malam

Adapun SPBU Selokromo yang dirampok itu berada di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Perampokan terjadi pada Minggu (9/8) menjelang tengah malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para perampok melumpuhkan para karyawan SPBU dan menguras uang setoran serta beberapa barang lain.

"Dalam kejadian tersebut, korban dan saksi mengalami ancaman dan tindakan kekerasan. Pelaku kemudian mengambil sejumlah uang milik SPBU serta barang pribadi korban," kata Kasubsi Penmas Humas Polres Wonosobo, Aiptu Nanang Wibowo, Senin (10/8/2026).

ADVERTISEMENT

Dari insiden tersebut, SPBU mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Kerugian sementara pihak SPBU diperkirakan mencapai ratusan juta. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa," sebut Nanang.

Sedangkan Manager SPBU Selokromo, Sapto Yudi, menyebut ada empat pelaku yang terlihat menjalankan aksinya.

Yudi mengatakan, saat itu para pelaku mengendarai mobil langsung menuju kantor SPBU pada Minggu (9/8) pukul 23.30 WIB. Di kantor, terdapat dua petugas yang salah satunya adalah satpam.

"Empat orang (pelaku), satu di mobil, tiga orang masuk ke kantor," kata Yudi saat dihubungi detikJateng, Selasa (11/8).

Yudi menduga para pelaku telah mempelajari kondisi SPBU. Dia mengatakan, perampokan itu berlangsung cepat.

"Mungkin sudah dipelajari ya, ada satu pengawas, satu security, operator (pompa bensin) lagi sibuk melayani. Nah, ini dimanfaatkan situasi itu karena cepat prosesnya, Mas," ungkapnya.

"Langsung kantor. Kan biasa kalau untuk kegiatan di kantor kan memang kita ada penjualan pelumas ya. Orang mengira karyawan itu lagi ada orang beli pelumas, Mas," lanjutnya.

Kedua pegawai di kantor pun diikat menggunakan kabel ties. Sementara kedua mata dan mulut dilakban.

"Cuman di waktu yang cepat itu kan posisi pengawas sudah disekap, diborgol pakai kabel ties itu. Security juga, terus dilakban juga kan mulut, mata. Kalau yang security kaki yang di borgol kabel ties," terangnya.

Para perampok mengambil uang setoran penjualan BBM, DVR CCTV, dan hardisk. Mereka langsung kabur usai diduga melakukan tindak pidana tersebut.

"Kerugian materi setoran penjualan BBM dan perangkat cctv DVR dan hardisk. Kalau nilainya ratusan juta," katanya.

"Setelah pelaku kabur, ada satu teman operator yang ke kantor, 'kok mobil keluar dengan kecepatan tinggi'. Begitu masuk ruangan, kaget ternyata memang sudah dalam posisi dilakban, pakai kabel ties borgol itu," pungkasnya.

4 Pelaku Ditangkap

Keempat pelaku yang merampok uang ratusan juta di SPBU Selokromo di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, dibekuk. Adapun uang yang dibawa kabur senilai sekitar Rp 700 juta.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja, saat konferensi pers di Mapolres Wonosobo, Jumat (14/8).

Ricky menyebut keempat tersangka yang telah diamankan adalah berinisial MRAP (33) asal Banjarnegara, WW alias RD (20) asal Banjarnegara, AH (37) asal Bantul, dan RATS (42) asal Wonosobo.

"Peran yang berbeda-beda, mereka melakukan serangkaian kegiatan sehingga berujung di aksi tanggal 9 (Agustus 2026)," jelas Ricky seperti dalam keterangan video yang diterima detikJateng, Jumat (14/8/2026).

Sebenarnya terdapat enam tersangka dalam kasus tersebut. Dua pelaku lainnya masih menjadi buron atau DPO.

"Kami akan terus berupaya untuk mengejar DPO. Pelaku telah identifikasi nama-namanya. Dan kami mengingatkan kepada pelaku yang di luar sana agar menyerahkan diri," ungkap Ricky.

"Jika tidak, kami atas nama undang-undang akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang masih berkeliaran," lanjutnya.

Ricky menyebut, dalam aksinya itu, , uang yang berhasil dibawa kabur senilai Rp 718.540.863.

Beraksi 12 Menit

Ricky mengakui, kawanan perampok itu memang sudah sangat terlatih. Mereka mampu merampok sekaligus melumpuhkan pegawai SPBU dalam waktu hanya 12 menit saja.

Riki menyebut, para tersangka telah melakukan persiapan H-10 sebelum beraksi. Mereka berlatih di sebuah kosan di Banjarnegara H-2 perampokan di sebuah bengkel di Kecamatan Leksono.

"Perencanaan ini dilakukan akhir Juli sebenarnya, 10 hari sebelum kejadian, di sebuah kos-kosan di Banjarnegara. Kemudian H-2 mereka berlatih di sebuah bengkel di wilayah Leksono," bebernya.

Mereka juga merental sebuah mobil dan memodifikasinya agar tidak terlihat CCTV. Adapun peran keenamnya yakni empat orang merampok, satu orang menunggu, dan satu lainnya memastikan situasi aman.

"Empat orang di dalam mobil, satu orang menunggu, mempersiapkan di dalam bengkel, satu orang memastikan situasi berjalan aman dengan menggunakan sepeda motor," jelasnya.

Pelaku juga membakar barang bukti berupa DVR yang menyimpan rekaman CCTV di SPBU. Meski begitu aksi mereka masih terpantau CCTV sekitar dan diketahui perampokan berlangsung cukup singkat.

"Aksi ini terekam CCTV di sekitar, walaupun CCTV di TKP diambil DVR dan dibakar. Namun CCTV lain merekam, waktu mereka melakukan cukup singkat melakukan itu. (Pukul) 23.25 sampai dengan 23.37 itu mereka berhasil keluar dan kabur," ujar Ricky.

Otak Perampokan Masih Buron

Komplotan perampok di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, berhasil membawa kabur duit Rp 700 juta. Aksi tersebut disutradarai oleh tersangka yang masih buron.

Diketahui, keempat pelaku yang tertangkap berinisial MRAP (33) asal Banjarnegara, WW alias RD (20) asal Banjarnegara, AH (37) asal Bantul, dan RATS (42) asal Wonosobo. Sementara tersangka yang masih buron berinisial AR dan AD.

"Dua orang yang menjadi otaknya ini. Ini yang belum tertangkap," sebut Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja, dalam konferensi pers di Mapolres Wonosobo, seperti dalam video yang diterima detikJateng, Jumat (14/8).

Ricky membeberkan keduanya menyutradarai kejahatan tersebut hingga melatih kawan mereka. Mereka juga mengatur peran para tersangka.

"Ini yang belum tertangkap yang menyutradarai, yang melatih di kos-kosannya dia, dia yang mengatur peran-perannya," terangnya.

Saat ditanya apakah terdapat orang dalam dalam perampokan itu, Ricky menyebut tersangka AR yang masih DPO. Dengan begitu, aksi tersebut begitu matang dipersiapkan.

"Itu, si AR (orang dalam) itu, orang kepercayaannya. Karena orang dalam itu jadi tahu sistem penyimpanan keuangannya bagaimana, kapan disetor, kapan disimpan, sehingga memilih timing harinya, timing waktunya. Itu sudah diperhitungkan," pungkasnya.

Kawanan perampok melumpuhkan pegawai SPBU di Wonosobo dan membawa kabur uang Rp 700 juta hanya dalam waktu 12 menit.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Terpopuler Sepekan: Spanyol Juara Dunia Sampai Eks Jampidsus Febrie Ditahan"
[Gambas:Video 20detik] (ahr/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads