Otak Perampok SPBU Wonosobo Menyerahkan Diri

Otak Perampok SPBU Wonosobo Menyerahkan Diri

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Selasa, 18 Agu 2026 14:00 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP perampokan di SPBU Selokromo di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Foto diunggah Senin (19/8/2026).
Polisi saat melakukan olah TKP perampokan di SPBU Selokromo di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Foto diunggah Senin (19/8/2026). Foto: dok. Polres Wonosobo
Wonosobo -

Seorang perampok SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, bernama Sapto Ari Santoso atau AR (53) telah menyerahkan diri ke Polres Wonosobo. Pelaku merupakan orang dalam yang otak perampokan di SPBU tersebut.

Diketahui ada 6 tersangka dalam kasus tersebut. Polisi kemudian menangkap 4 pelaku sementara 2 lainnya buron. Kini, salah satu buron telah menyerahkan diri.

Empat tersangka itu berinisial MRAP (33) asal Banjarnegara, WW alias RD (20) asal Banjarnegara, AH (37) asal Bantul, dan RATS (42) asal Wonosobo. Dua buronan berinisial AR dan AD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AR telah menyerahkan diri ke polisi pada Sabtu (15/8). Sementara keberadaan AD masih dicari.

"Seorang tersangka berinisial AR menyerahkan diri kepada polisi pada Sabtu, 15 Agustus 2026," kata Kasatreskrim Polres Wonosobo, AKP Arif Kristiawan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/8/2026).

ADVERTISEMENT

"Kami masih melakukan pengejaran terhadap satu orang DPO dan penelusuran terhadap barang bukti lainnya. Penyidik juga terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya," lanjutnya.

Namun, polisi belum memerinci di mana AR berada selama buron. Dari pelaku tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti uang tunai.

"Dari tersangka tersebut, penyidik menyita uang hasil kejahatan sebesar Rp 260,421 juta. Polisi juga mengamankan Toyota Vios dan Honda HRV yang diduga digunakan dalam rangkaian aksi," sebut Arif.

Polisi juga sudah berhasil menemukan senjata api rakitan jenis revolver berwarna silver dan peluru PL22 yang digunakan pelaku. Senjata api itu ditemukan di rumah tersangka RAT.

"Dalam pengembangan perkara, kami berhasil mengamankan satu senjata api rakitan jenis revolver beserta pelurunya. Saat ini senjata tersebut masih kami dalami, termasuk kepemilikan dan kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi," ujar Arif.

Hingga hari ini, polisi telah mengamankan uang tunai hasil kejahatan sebesar Rp 408,743 juta. Sejumlah barang hasil kejahatan juga disita, antara lain sepeda motor Yamaha NMAX, Honda Beat, tiga unit telepon seluler, serta sepatu dengan nilai taksiran Rp 59,1 juta.

Polisi mengamankan senjata rakitan yang digunakan dalam perampokan di SPBU WonosoboPolisi mengamankan senjata rakitan yang digunakan dalam perampokan di SPBU Wonosobo Foto: Dok Polres Wonosobo

Total nilai barang bukti hasil kejahatan yang telah diamankan mencapai Rp 467,843 juta. Polisi masih melakukan penelusuran terhadap uang maupun barang hasil kejahatan yang belum ditemukan.

Komplotan Rampok Gasak Rp 700 Juta dalam 12 Menit

Diberitakan sebelumnya, komplotan perampok membawa kabur uang senilai Rp 700 juta dari SPBU Wonosobo. Perampokan dilakukan dengan persiapan matang dan waktu yang terbilang singkat.

"Tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada tanggal 9 Agustus, hari Minggu malam sekira pukul 23.30 dengan kerugian Rp 700 juta, TKP di SPBU di wilayah Selokromo, Kecamatan Leksono," kata Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja, dalam konferensi pers di Mapolres Wonosobo seperti dalam video yang diterima detikJateng, Jumat (14/8).

Adapun pelaku yang tertangkap berinisial MRAP (33) asal Banjarnegara, WW alias RD (20) asal Banjarnegara, AH (37) asal Bantul, dan RATS (42) asal Wonosobo. Sementara tersangka yang masih buron berinisial AR dan AD.

"Pelaku berjumlah enam orang, yang tertangkap ada empat. Kami akan terus berupaya untuk mengejar DPO," sebut Ricky.

Ricky menyebut pihaknya telah mengantongi identitas kedua DPO yakni AR dan AD. AD dikonfirmasi sebagai orang dalam yang menjadi otak perampokan.

"Itu, si AR (orang dalam) itu, orang kepercayaannya. Karena orang dalam itu jadi tahu sistem penyimpanan keuangannya bagaimana, kapan disetor, kapan disimpan, sehingga memilih timing harinya, timing waktunya. Itu sudah diperhitungkan," jelasnya.

Perampokan tersebut telah disiapkan sekitar 10 hari di sebuah kosan di Banjarnegara. Pada H-2 aksi, mereka berlatih di sebuah bengkel di Kecamatan Leksono.

"Perencanaan ini dilakukan akhir Juli sebenarnya, 10 hari sebelum kejadian, di sebuah kos-kosan di Banjarnegara. Kemudian H-2 mereka berlatih di sebuah bengkel di wilayah Leksono," bebernya.

Mereka juga merental sebuah mobil dan memodifikasinya agar tidak terlihat CCTV. Adapun peran keenamnya yakni empat orang merampok, satu orang menunggu, dan satu lainnya memastikan situasi aman.

"Empat orang di dalam mobil, satu orang menunggu, mempersiapkan di dalam bengkel, satu orang memastikan situasi berjalan aman dengan menggunakan sepeda motor," jelasnya.

Pelaku juga membakar barang bukti berupa DVR yang menyimpan rekaman CCTV di SPBU. Meski begitu aksi mereka masih terpantau CCTV sekitar dan diketahui perampokan berlangsung cukup singkat.

"Aksi ini terekam CCTV di sekitar, walaupun CCTV di TKP diambil DVR dan dibakar. Namun CCTV lain merekam, waktu mereka melakukan cukup singkat melakukan itu. (Pukul) 23.25 sampai dengan 23.37 itu mereka berhasil keluar dan kabur," ujar Ricky.



(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads