Seorang suami inisial IPN (20) yang menjadi korban kebrutalan istrinya, YC (34), akhirnya buka suara. IPN mengklarifikasi soal kabar perselingkuhan dan menjelaskan duduk perkaranya.
IPN memulai cerita momen bertemu YC yang berlanjut melakukan pernikahan secara adat di Bali. Awalnya hubungan mereka berjalan normal hingga IPN memutuskan untuk melakukan talak kepada istrinya.
"Saya ingin meluruskan masalah ini, dari terdakwa bilangnya saya selingkuh atau open BO. Sebenarnya di sini, tidak ada sangkutan selingkuh atau open BO. Di sini murni dia tidak terima saya ceraikan," kata IPN saat konferensi pers di kawasan Laweyan, Solo, Rabu (16/8/2023).
Dia membantah jika dituduh telah selingkuh atau melakukan open BO. Pernyataannya itu menepis pernyataan YC sebelumnya.
IPN mengaku ingin menceraikan istrinya karena sudah tak kuat dengan sikap dan perilakunya. IPN mengaku jika istrinya sering mengancam ketika mereka sedang bertengkar.
"Sering mengancam, kalau kamu selingkuh atau ceraikan saya, m**** kamu akan saya potong. Saya pikir itu candaan, ternyata benar kejadian ini dilakukan terdakwa," ucapnya.
IPN menyebut, kejadian bermula saat ia mengetahui jika orang tua kandungnya berada di Solo. Selama ini, dia diasuh oleh orang tua angkatnya di Bali.
Sempat mengajak sang istri ke Solo, hubungan rumah tangga keduanya justru semakin dekat dengan jurang perceraian. IPN mendapati YC masih berhubungan dengan mantan pacar.
"Saya menceraikan dia gara-gara saya sudah nggak kuat sama sikapnya, dia juga sempat video call mantan pacarnya. Saya menegur terdakwa. Mantan pacarnya bilang akan ditunggu lagi jandanya setelah pernikahan dengan saya," ucapnya.
Hal itu membuat IPN marah dan keduanya cekcok. YC, sambung IPN, meminta kembali ke Bali untuk mengurus administrasinya.
Saat itu YC kembali ke Bali sendiri, lalu kembali ke Solo. Sekembalinya YC ke Solo, keduanya masih cekcok. Niat IPN untuk menceraikan sang istri pun semakin bulat. IPN kemudian mengucapkan talak kepada sang istri.
Selengkapnya di halaman selanjutnya.
(rih/aku)