Misteri Motif Ibu Bunuh Anak Kandung di Sidoharjo Sragen

Misteri Motif Ibu Bunuh Anak Kandung di Sidoharjo Sragen

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 05 Okt 2022 10:23 WIB
Lokasi ibu bunuh anak kandung di Sragen.
TKP Ibu bunuh anak kandung di Sragen. Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng.
Sragen -

Seorang ibu di Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Suwarni (64), tega menghabisi anak kandungnya, Supriyanto (46). Kasus pembunuhan ini terungkap setelah pelaku dengan 'polos' meminta tolong RT dan juga kerabatnya untuk membuang mayat anaknya ke sungai yang ada di belakang rumahnya. Sontak, kejadian ini langsung dilaporkan oleh warga ke polisi hingga terbongkarnya kasus tersebut.

Polisi sudah menahan pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti. Saat ini polisi terus berupaya untuk mengungkap motif pelaku yang dikenal sebagai penjual sayur keliling itu nekad menghabisi putranya.

Wakapolres Sragen Kompol Iskandar mengatakan untuk sementara motif tersangka menghabisi putranya adalah karena malu. Hal itu lantaran banyak laporan warga yang menyebut korban suka mencuri dan tidak patuh.


"Motifnya masih kita dalami, karena saat ini masih proses pemeriksaan. Tapi untuk motif sementara, korban sering membuat malu karena ada laporan dari warga suka mencuri, tidak nurut, dan sering memarahi ibunya," kata Iskandar saat konferensi pers di Mapolres Sragen, Selasa (4/10).

Iskandar menambahkan korban juga pernah ditangkap polisi karena kasus perjudian. Selain itu korban juga disebut sering mencuri. Menurut Iskandar, hal itulah yang membuat ibunya malu.

Sebelum kejadian pembunuhan itu, Iskandar mengungkapkan, korban dan tersangka sering ribut. Korban selalu marah apabila diingatkan oleh tersangka.

"Sebelum kejadian tidak ada cekcok, tapi ibu dan anak ini sering ribut," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui Suwarni tidak merencanakan pembunuhan terhadap anak kandungnya. Saat itu, tersangka melihat korban tengah tertidur di teras rumahnya. Tersangka menganiaya korban dengan bongkahan batu cor dan cangkul.

"Saat memukul dengan batu cor tersebut, tersangka sambil mengatakan 'selamat jalan le'," kata Iskandar saat pers rilis di Mapolres Sragen, Selasa (4/10).

Korban yang sudah tewas, kemudian dibungkus tersangka menggunakan tikar yang sebelumnya dipakai tidur anaknya. Dia kemudian menghubungi anak nomor duanya yang berada di Jakarta, untuk memanggilkan saudaranya agar datang ke rumah.

Tak selang lama, datang saudara pelaku bernama Harni dan Soman. Keduanya diminta untuk membuang jasad korban ke aliran Sungai Mungkung yang berada di belakang rumah.

"Saksi takut dan memberitahukan ke warga. Lalu dilaporkan ke polisi, dan kami mengamankan tersangka," jelasnya.



Simak Video "Dukun Diperiksa Jadi Saksi Kasus Mutilasi PNS Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/sip)