3 Wanita Pemandu Karaoke di Semarang Diringkus Usai Aniaya Rekan Kerja

3 Wanita Pemandu Karaoke di Semarang Diringkus Usai Aniaya Rekan Kerja

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Senin, 03 Okt 2022 16:33 WIB
Polrestabes Semarang pers rilis tiga orang perempuan pemandu karaoke pelaku penganiayaan rekan kerja, Senin (3/10/2022).
Polrestabes Semarang pers rilis tiga orang perempuan pemandu karaoke pelaku penganiayaan rekan kerja, Senin (3/10/2022). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng
Semarang -

Tiga orang perempuan pemandu karaoke di Semarang dibekuk kepolisian karena menganiaya salah seorang rekan kerjanya. Kasus itu awalnya dipicu perkara bayaran yang tidak sesuai catatan hingga tudingan fitnah.

Peristiwa penganiayaan terjadi tanggal 15 September 2022 di depan Wisma Arum di kawasan Argorejo eks Sunan Kuning. Para pelaku adalah Vita Ayu Trianingrum (19), Ati Agil alias Rara (29), dan Selvinda alias Vivi (29).

Wakapolrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan motif para pelaku adalah merasa korban memberikan informasi tidak benar kepada bos atau mami mereka.


"Lalu saudara Rara kemudian datang dan menarik rambut dan mengeluarkan kata-kata tidak sopan dan selanjutnya memukul dengan tangan kosong kemudian Vita datang membantu untuk menarik rambut dan menyampaikan, 'kamu kok tega bilang sama mami seperti itu' dan memukul dengan tangan kosong sebanyak 10 kali. Vivi datang dan melakukan pemukulan yang sama," jelas Ardi saat pers rilis di Mapolrestabes Semarang, Senin (3/10/2022).

Sementara itu para pelaku mengaku awalnya merasa ada yang ganjil dengan pembukuan di buku besar dan kecil yang jumlahnya berbeda. Mami mereka sudah menjelaskan soal perbedaan itu dan kondisi sudah tenang. Tapi setelah itu, menurut pelaku Rara, korban malah memfitnah ke mami mereka.

"Yang difitnah kita. Kan Bunga (korban) ngomong 'mami korupsi' ke kita, tapi Bunga ngomong ke mami kalau kita yang ngomong 'mami korupsi'. Jadi adu domba, omongan fitnah. Mami jadi nyuekin kita," ujar Rara saat dihadirkan dalam pers rilis.

"Bayaran 1.400 (Rp 1,4 juta) tapi yang dikasih Rp 800 ribu. Itu per 6 hari," imbuhnya.

Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami memar-memar. Korban melapor ke polisi dan kemudian para pelaku ditangkap meski sempat sembunyi di tempat lain. Para pelaku kini terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

"Iya, tahu kalau dilaporkan polisi. Saya kabur ke daerah JBL (Kendal)," imbuh Rara.



Simak Video "Dukun Diperiksa Jadi Saksi Kasus Mutilasi PNS Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)