7 Hal yang Perlu Diketahui dari Tewasnya Penganiaya Ojol di Semarang

7 Hal yang Perlu Diketahui dari Tewasnya Penganiaya Ojol di Semarang

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 28 Sep 2022 12:16 WIB
Empat pelaku pengeroyokan terhadap penganiaya driver ojol di Semarang saat dihadirkan di Mapolrestabes Semarang, Selasa (27/9/2022).
Empat pelaku pengeroyokan terhadap penganiaya driver ojol di Semarang saat dihadirkan di Mapolrestabes Semarang, Selasa (27/9/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng
Solo -

Polisi telah menetapkan empat tersangka kasus pengeroyokan Kukuh Penggayuh Utama hingga akhirnya tewas. Kasus ini merupakan buntut dari penganiayaan seorang driver ojol Hasto Priyo Wasono (54).

Kasus ini bermula pada Sabtu (24/9) pukul 16.00 WIB di SPBU Jalan Brigjen Sugiarto Pedurungan, Semarang. Di lokasi ini, Hasto dihajar Kukuh dan seorang rekannya yang mengakibatkan timbulnya solidaritas dari teman-teman sesama ojol.

Berikut hal penting yang perlu kamu tahu dari kejadian pengeroyokan driver ojol di Semarang:


1. Driver Ojol di Semarang Dihajar gegara Antrean SPBU

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menyebut peristiwa pengeroyokan terhadap korban Hasto terjadi pada Sabtu (24/9) pukul 16.00 WIB. Kasus pengeroyokan terhadap korban diawali karena antrean di SPBU.

"Saat itu korban sedang mengantre kemudian ada pelaku yang berada di depan kemudian diingatkan agar segera bergeser maju karena titik yang ada di depan pelaku ini sudah kosong. Imbauan untuk maju itulah yang memicu kemarahan pelaku sehingga melakukan penganiayaan terhadap korban," ujar Irwan saat jumpa pers, Selasa (27/8) kemarin.

2. Rekaman CCTV Ungkap Detik-detik Penganiayaan Driver Ojol

Dalam jumpa pers kemarin juga diperlihatkan rekaman CCTV di SPBU yang menjadi TKP penganiayaan driver ojol bernama Hasto. Terlihat pelaku pemukulan Hasto memakai jaket hitam dan membawa helm di tangan kanannya.

Korban dipukul saat sedang berusaha memberi perlawanan ke pelaku lainnya. Dalam rekaman CCTV itu, Kukuh tampak memakai jaket hitam, menghajar korban berkali-kali menggunakan helm. Sedangkan, pelaku lain AP yang kini buron, tampak menendangi korban.

Korban yang babak belur itu dibantu teman sesama driver ojol kemudian melakukan visum dan lapor ke Polsek Pedurungan. Kemudian di kalangan driver beredar kabar keberadaan pelaku Kukuh di daerah Tlogosari, tepatnya di Jalan Nogososro.

"Mereka (teman-teman korban) ada di Polsek dapat info si pelaku ditemukan," jelas Irwan.

3. Pengeroyokan Penganiaya Driver Ojol Dipicu Pisau Lipat

Seusai mengantar Hasto melapor ke Polsek Pedurungan, rekan-rekannya sesama driver ojol menemukan pelaku berada di daerah Tlogosari, Pedurungan. Kala itu, mereka ingin membawa pelaku ke Mapolsek Pedurungan.

Dalam rekaman CCTV yang ditayangkan polisi, tampak beberapa driver ojol berjalan bersama Kukuh, tapi kemudian Kukuh balik kanan. Terlihat Kukuh mengacungkan pisau dan sempat melukai seorang driver ojol bernama Budi Sarwono (45), yang belakangan juga menjadi salah satu tersangka kasus pengeroyokan terhadap Kukuh.

"Saudara Budi Sarwono ini pada proses penangkapan tersangka Kukuh ini terkena sabetan senjata tajam di tangan dan di mulut," tutur Irwan.

Para driver ojol akhirnya mengeroyok Kukuh karena melawan saat akan digiring ke kantor polisi. Peristiwa ini terjadi di Jalan Nogososro, Pedurungan, Sabtu (24/9) malam.

Dalam rekaman CCTV terlihat Kukuh akhirnya tergeletak dan ditendangi beberapa orang. Dia juga sempat ditendang di bagian perut saat wajahnya sudah bersimbah darah.

"Peristiwa pertama berdampak pada peristiwa kedua. Korban dari peristiwa pertama adalah driver online kemudian memicu soliditas teman-temannya untuk mencari siapa pelaku dari peristiwa pertama ini. Kemudian pelaku yang lakukan penganiayaan diamankan driver online yang sayangnya kemudian ada upaya kekerasan. Atas tindakan kekerasan yang mengakibatkan pelaku meninggal dunia atas nama Kukuh," ujar Irwan.

Asosiasi driver bela rekannya yang jadi tersangka di halaman berikutnya...