Round-Up

Penganiayaan Driver Ojol di Semarang Berujung Maut

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 10:32 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi penganiayaan (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Solo -

Seorang driver ojek online (ojol) inisial H (54) menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah orang di SPBU Majapahit, Kota Semarang. Peristiwa itu ternyata berbuntut panjang, salah satu pelaku penganiayaan tewas. Polisi pun mengamankan lima orang terkait tewasnya pelaku penganiayaan driver ojol itu.

Penganiayaan Terhadap Driver Ojol

Peristiwa penganiayaan bermula saat driver ojol inisial H (54) mengantre isi BBM di SPBU Majapahit pada Sabtu (24/9/2022) sekitar pukul 16.00 WIB. Di tengah antrean, ada tiga motor yang tidak bergerak meski sudah lengang.

"Oleh korban diminta tolong agar maju ke depan yaitu dengan kalimat 'Mas tolong maju, depan sudah longgar tuh'," kata Kapolsek Pedurungan Kompol Dian Novitasari dalam keterangan tertulis, Minggu (25/9).


Kemudian, pemotor di depan H yang merupakan pelaku, meminta agar H sabar. Namun, pelaku yang lain justru tiba-tiba melakukan pemukulan kepada H.

"Kemudian rekan pelaku yang memakai jaket hitam ikut-ikutan memukuli korban dengan menggunakan helmnya dan mengenai muka dan bagian tubuh yang lain, sehingga korban terjatuh dari motornya dan mengalami luka luka," jelasnya.

Akibatnya korban H mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Bhayangkara Semarang. Korban yang tak terima juga melaporkan kejadian ini ke kantor polisi.

Kejadian tak berhenti sampai di situ, di hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB, rekan korban sesama driver ojol berhasil mengamankan satu orang pelaku. Dia dibawa ke Mapolsek Pedurungan dalam kondisi babak belur.

Hingga kini identitas pelaku tersebut belum diketahui. Pelaku tersebut sempat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara. Disebutkan bila pelaku dihajar massa di Tlogosari, Pedurungan.

"Dikarenakan mengalami luka dan tidak sadar selanjutnya Pawas dan Piket Fungsi membawa orang tersebut RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan dari medis segera," kata Dina.

Pelaku Penganiayaan Tewas

"Pelaku, lalu dikabarkan tewas usai sempat mendapat perawatan di RS Bhayangkara. Jam 11 (malam) atau jam 12 kita dapat kabar itu," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan saat dimintai konfirmasi, Senin (26/9).

Donny menyebut bila korban tewas ini dikeroyok oleh rekan-rekan driver ojol menggunakan tangan kosong dan helm.

"Jadi ada dua kejadian, (korban) ojol yang pertama pelakunya dua. Satu yang meninggal (pelaku penganiaya driver ojol) itu ternyata yang satu ini meninggalnya karena dikeroyok oleh rekan-rekan sesama ojol juga," jelas Donny.

Halaman selanjutnya, lima orang diamankan...