Terpopuler Sepekan

Jejak Sambo di Jateng: 2 Kali Kapolres hingga soal Lukai Martabat di Magelang

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 13 Agu 2022 18:04 WIB
Alasan Brigadir J Dibunuh Menurut Pengakuan Terbaru Irjen Ferdy Sambo
Alasan Brigadir J Dibunuh Menurut Pengakuan Terbaru Irjen Ferdy Sambo. Foto: Istimewa.
Solo -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka utama kasus pembunuhan berencana Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadi J. Mantan Kadiv Propam itu disebut memerintah Bharada Eliezer untuk menembak Brigadir j.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu punya jejak karier di sejumlah daerah. Salah satunya di wilayah Jawa Tengah (Jateng). Inilah jejak karier Ferdy Sambo di Jateng.

Seperti diketahui, Ferdy Sambo sempat menjabat sebagai Kapolres di dua daerah di Jateng yaitu di Banjarnegara dan di Brebes.


Kapolres Banjarnegara 2012

Pada 2012 Ferdy Sambo menjabat Kapolres Purbalingga. Saat bertugas, Sambo meninggalkan jejak heroik. Yakni menghalau massa pendukung calon kepala desa yang sempat bersitegang.

"Kejadiannya tahun 2012 pada saat itu ada pemilihan kepala Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari. Calonnya ada dua, incumbent H Sobari dan Tatang. Saat pengumuman ternyata yang jadi incumbent," kata salah satu anggota DPRD Purbalingga asal Karangbanjar, Tongat kepada detikJateng, Rabu (10/8)

Mendapati pengumuman itu, Tongat melanjutkan, pendukung Tatang merasa tidak terima. Massa yang marah berkumpul dan melakukan pemblokiran jalan yang sempat menyebabkan respons dari pendukung incumbent.

"Mereka pendukung Tatang tidak terima, blokir jalan, nggak boleh ada yang lewat selain sesama pendukung, itu kan meresahkan. Sempat mau chaos lama itu," tuturnya

Akhirnya pada hari kedua dari Polres turun ke lokasi. Sambo, kata Tongat, mendatangi rumahnya untuk berdiskusi dan mencari solusi dari aksi massa itu.

"Ini kalau dibiarkan bisa perang, nah Pak Sambo datang ke rumah saya sendirian dia. Karena menganggap saya mungkin tokoh di sini," ujarnya

Setelah berdiskusi dengan Tongat, Ferdy Sambo akhirnya mendatangi kerumunan massa sendirian. Kata Tongat, Ferdy Sambo saat itu tak mau dikawal oleh anak buahnya.

"Sebetulnya kalau mau dibubarkan polisi dengan pasukannya kan bubar itu. Tapi Pak Sambo sendirian, cuma ngajak saya mendatangi kerumunan massa. Setelah cukup lama akhirnya dua kubu itu bubar," lanjutnya.

Pendekatan yang dilakukan Sambo pada waktu itu menurutnya cukup efektif. Sebab, dua kubu yang berpotensi ricuh itu dapat diredam dengan cara yang baik.

"Itulah Pak Sambo, padahal kan bahaya karena massa sedang emosi. Dia berani datang sendirian tanpa pengawal. Kalau menurut saya sih dia baik, jadi kaget juga dengan statusnya sekarang," tutupnya.

Kapolres Brebes 2013

Usai dari Banjarnegara,Ferdy Sambo bergeser ke Brebes dan menjadi Kapolres di sana. Sama seperti saat bertugas di Banjarnegara, Sambo juga dikenal cukup baik dan suka berbagi di Brebes.

Sebagaimana diceritakan mantan Dandim 0173 Brebes Kolonel (inf) Cahyadi Imam Suhada yang kini menjabat sebagai Sekretaris Korps Dosen (Seskordos) Seskoad Bandung.

"Sama sekali tidak menyangka akan tersandung kasus. Dia sebagai kapolres dikenal baik dengan semua kalangan. Saya saksinya," ungkap mantan Dandim Brebes yang akrab dipanggil Cis ini.

Sebagai Kapolres, sambung Cahyadi, Ferdy Sambo menjalin hubungan baik dengan semua kalangan. Kepada bawahannya, Sambo juga baik dan sering berbagi rezeki.

"Bahkan anggota saya saja sering dikasih uang. Apalagi sama anggotanya dia. Kalau keliling polsek selalu berbagi sama anggota," ujar dia.

Baca tentang 'Lukai Martabat di Magelang' di halaman selanjutnya...