Motif Pembunuhan Pria Bersimbah Darah di Purworejo: Sakit Hati Ditagih Utang

Afzal Nur Iman - detikJateng
Rabu, 10 Agu 2022 16:53 WIB
Konferensi pers kasus menonjol di Mapolda Jateng, Rabu (10/8/2022).
Konferensi pers kasus menonjol di Mapolda Jateng, Rabu (10/8/2022). (Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng)
Semarang -

Pembunuhan Bustami (57) yang mayatnya ditemukan bersimbah darah di Purworejo ternyata bermotif utang piutang. Pelaku bernama Budi Cahyanto (29) warga Kebumen mengaku tega membunuh korban karena sakit hati ditagih utang.

"Hubungan tersangka dengan korban ini adalah rekan yang sama-sama yang memiliki usaha tanam buah melon. Motifnya tersangka ini sakit hati karena ditagih utang korban," kata Wakapolda Jateng Brigjen Abioso Seno Aji, saat jumpa pers di Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (10/8/2022).

Korban dan tersangka diketahui berkenalan di grup Facebook pada bulan Oktober 2021. Dari situ, Bustami lalu menawarkan kerja sama usaha tanam melon dengan pembagian modal 75 persen untuk Bustami dan 25 persen untuk pelaku. Keduanya sepakat untuk membagi hasil sama rata.


Lalu, Desember 2021 usaha itu panen dan dilakukan pembagian hasil di mana korban mendapat Rp 15 juta dan pelaku mendapat Rp 13 juta.

Waktu berlalu hingga pada Jumat (5/8), tersangka meminta korban menjemputnya di Jogja untuk kemudian berangkat ke Kebumen. Di saat perjalanan ke Kebumen itu lah cekcok di antara keduanya terjadi. Bustami disebut mengungkit-ungkit hasil panen yang lalu.

"Kemudian terjadi cekcok dan sempat berhenti di depan Pantai Bugel Kulon Progo. Keributan tersebut dilerai oleh orang yang lewat. Kemudian tersangka dan korban melanjutkan perjalanan ke arah Kebumen," imbuh Kapolres Purworejo AKBP Muhammad Purbaja di kesempatan yang sama.

Sampai di Desa Kentengrejo Kecamatan Purwodadi, Purworejo, korban terasa ingin kencing, kemudian masuk ke jalan desa yang berada di tengah perkebunan. Saat korban kembali ke motor, tiba-tiba tersangka melakukan aksi pembunuhan itu.

"Ketika korban akan menaiki sepeda motor, tersangka menendang sepeda motor tersebut sehingga korban terjatuh. Pada saat itu tersangka mengambil batu yang disimpannya kemudian memukulkan di kepala korban," katanya.

Korban kemudian dipukul menggunakan linggis. Setelah memastikan korban tewas, tersangka juga membawa lari barang-barang milik korban.

"Tersangka kemudian membuang tas korban, topi korban, kunci inggris, linggis dan batu pada saat perjalanan pulang ke Kebumen," ujar Purbaja.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat ditemukan warga Desa Kentengrejo, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Sabtu (6/8) pagi. Saat ditemukan, korban mengenakan celana panjang serta jaket warna hitam dengan posisi miring ke kiri dan bersimbah darah.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan autopsi oleh petugas, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban. Dugaan polisi, mayat laki-laki tersebut merupakan korban pembunuhan.

"Iya betul dugaan (korban) pembunuhan," ungkap Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Ryan Eka Cahya saat dihubungi detikJateng, Sabtu (6/8).

Korban kemudian diketahui bernama Bustami (57) warga Kelurahan Paal Satu, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.



Simak Video "Tega! Siswi SMP Bunuh Bayi yang Diaborsi, Pacar Jadi Tersangka Pencabulan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)