Beraksi 10 Kali, Pria Pati Pencuri Pompa Air Ditangkap di Kudus

Dian Utoro Aji - detikJateng
Senin, 08 Agu 2022 15:59 WIB
Polres Kudus jumpa pers kasus pencurian mesin pompa air, Senin (8/8/2022).
Polres Kudus jumpa pers kasus pencurian mesin pompa air, Senin (8/8/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Kudus -

Seorang pria berinisial W (27) warga Pati ditangkap Polres Kudus karena mencuri pompa air. Pelaku diketahui sudah beraksi hingga 10 kali.

"Tersangka berinisial W warga Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo dan penadah NS (43) warga Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo," kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David saat pers rilis di Mapolres Kudus, Senin (8/8/2022).

David menjelaskan kasus ini terungkap atas laporan warga yang mengaku kehilangan pompa air di wilayah Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku pencurian pada Minggu (31/8).


"Setelah kita lakukan penyelidikan, kita melakukan satu set pompa air, terus satu buah kunci inggris, kunci pas, satu buah unit sepeda motor sebagai sarana," terang dia.

David menambahkan, selain pelaku pencurian, polisi juga mengamankan seorang penadah berinisial NS. NS diketahui membeli barang hasil curian W tersebut.

"Pengembangan dari tersangka kita mendapatkan penadahnya, di situ ada barang-barang didapatkan sebanyak 10 unit. Yang diakuinya memang beli dari saudara W," terang dia.

David mengatakan mesin pompa air hasil curian lalu dijual kembali. Pelaku menjual pompa air kepada penadah dengan hitungan kiloan. Harga satu kilo dijual Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu.

"Jadi untuk dijualnya itu berupa besi tua, Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu per kilo," jelasnya.

David mengatakan pelaku beraksi beberapa wilayah di Kudus dan Pati. Pelaku mengaku sudah beraksi 10 kali dan modusnya beraksi saat dini hari.

"Sudah beberapa lokasi di Kudus dan di Pati, pengakuan sebanyak tujuh kali di Undaan, Mejobo, dan di Sukolilo. Modusnya itu mencuri pada waktu dini hari dengan menggunakan alat kunci inggris terus mencopot disel," terangnya.

Kesempatan yang sama, pelaku W berdalih nekat mencuri karena masalah ekonomi.

"Sehari jadi kuli, anak ada dua. Sudah ada 10 kali beraksi. Disel sama barang lainnya," kata W di Mapolres Kudus.

Sementara itu NS mengaku menyesal karena menadah hasil curian W. Dia berdalih tidak mengetahui jika mesin pompa yang dibeli merupakan hasil curian.

"Tidak tahu barang curian, sudah lima kali menerima barangnya," ujar NS di kesempatan yang sama.



Simak Video "Hotman Paris Siap Bela Karyawan Alfamart Gratis!"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)