Cegah 'Klithih' Merajalela di Semarang, Polisi Perketat Patroli

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Sabtu, 06 Agu 2022 19:10 WIB
5 pelaku klithih yang ditangkap di Semarang
5 pelaku 'klithih' yang ditangkap di Semarang. (Foto: Afzal Nur Imam/detikJateng).
Semarang -

Aksi mirip 'klithih' terjadi di Semarang dan membuat seorang Taruna Amni kritis. Kepolisian kini memperketat patroli dan juga akan membereskan tempat-tempat penjual minuman keras.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan aksi 20 orang yang terjadi di Jalan MT Haryono hari Minggu (31/7) lalu itu memang mirip klithih di Jogja karena tidak ada motif jelas. Namun untuk kasus di Semarang ini para pelaku dalam kondisi mabuk miras.

"Ya mirip seperti klithih. Mereka mabuk, habis minum," kata Irwan kepada detikJateng, Sabtu (6/8/2022).


Peristiwa penyerangan tanpa motif jelas tersebut sudah bertahun-tahun tidak terjadi di Kota Semarang. Dulu sempat ramai geng-geng yang menyerang orang untuk senang-senang seperti tahun 2009 sempat ramai Geng Cokor, kemudian terakhir tahun 2019 ada geng Camp TT yang hobinya memang cari keributan. Mereka jelas langsung berhadapan dengan kepolisian untuk diproses hukum.

"Untuk yang ini mereka tidak ada nama geng," jelas Irwan.

Maka untuk mencegah atau mengantisipasi berkembangnya aksi mirip klithih itu ia mengerahkan anggota untuk menyisir para penjual miras. Selain itu kegiatan patroli akan lebih diperketat.

"Patroli pasti tambah. Akan kerahkan jajaran untuk bersihkan tempat jual minuman beralkohol," ujar Irwan.

"Kita juga akan lakukan tindakan tegas bagi pelaku yang coba-coba mengganggu ketertiban dan keamanan di kota ini," tegasnya.

Untuk diketahui, peristiwa terjadi ketika 20 orang yang menggunakan 11 motor mendekati tiga korban yang juga menggunakan motor. Karena dikira rekannya korban memperlambat laju motor, namun justru dibacok.

Korban bernama Yulius dibacok di kepala dan mengalami luka serius karena senjata tajam itu menembus helm yang digunakan. Sedangkan, dua korban lainnya yang bernama Kori Andika dan Bayu Wahana Saputra menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke kali dan bersembunyi di gorong-gorong.

"Korban masih di rumah sakit, masih kritis," jelas Irwan.

Sebanyak 13 orang sudah diamankan tim Resmob Polrestabes Semarang. Lima diantaranya sudah jadi tersangka karena melakukan pengeroyokan sedangkan lainnya tidak turut andil meski ada di lokasi. Sementara itu tujuh orang lainnya masih diburu.

Lima pelaku yang ditetapkan tersangka yaitu DC (17), AWW (16), MAD (19), ASN (22), dan RWB (21) sudah berhasil diamankan oleh polisi. Kelimanya dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana paling lama sembilan tahun penjara.



Simak Video "Tampang Pelaku Penyekapan-Pemerkosaan ABG SMP di Pati"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/aku)