Regional

Tegas! Polisi Tolak Permintaan Kiai Jombang Agar Tidak Tangkap Putranya

Tim detikJatim - detikJateng
Rabu, 06 Jul 2022 19:27 WIB
Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat
Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat (Foto: Enggran Eko Budianto)
Solo -

Kasus dugaan pecabulan santriwati di Jombang dengan tersangka Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi terus berlanjut. Polisi menegaskan, pihaknya akan tetap melanjutkan proses hukum dan menangkap tersangka yang sudah menjadi DPO sejak 2022.

Polisi juga menolak permintaan dari sang ayah tersangka yang tidak lain adalah Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, Jombang Muhammad Mukhtar Mukthi agar tidak menangkap putranya. Alasannya, anaknya terebut hanya menjadi korban fitnah keluarga saja.

Dilansir detikJatim, Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat menjelaskan pernyataan Kiai Mukhtar dalam negosiasi yang dilakukan Minggu (3/7) bukanlah sebuah nasihat bagi dirinya maupun Polri. Saat itu, ia berusaha maksimal bersikap sopan di hadapan ulama. Sehingga ia duduk sembari mengangguk-anggukkan kepala mendengarkan pernyataan Kiai Mukhtar.


"Harapan Mbah Yai (Kiai Mukhtar), itu keinginan, bukan nasihat bagi kami. Kami punya pola sendiri dalam penegakan hukum. Mohon maaf kami tidak akan menuruti permintaan-permintaan yang menabrak hukum sendiri. Karena negara sudah ada konstruksi hukum yang harus kita jalankan," terangnya kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).

Nurhidayat menegaskan penegakan hukum terhadap kasus pencabulan santriwati dengan tersangka Bechi terus berjalan. Menurutnya, rangkaian proses hukum dalam kasus ini, hingga upaya penangkapan tersangka Bechi bukanlah kriminalisasi terhadap Ponpes Shiddiqiyyah.

"Harapan kami proses hukum ini harus jalan. Makanya kami imbau saudara MSAT menyerahkan diri demi harkamtibmas di Jombang. Bisa ke polres untuk kami antar atau langsung ke polda," tegasnya.

Jika Bechi tidak bersedia menyerahkan diri, lanjut Nurhidayat, tak menutup kemungkinan Polda Jatim akan menjemput paksa putra Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah itu. Ia juga mengimbau masyarakat tidak melindungi tersangka kasus pencabulan santriwati itu jika tak ingin terkena sanksi pidana.

"Bisa jadi (MSAT dijemput paksa), tinggal menunggu momentum saja. Bisa jemput paksa yang kedua atau bagaimana, polda nanti yang menjawab. Ketika jemput paksa terjadi ya kami berharap warga tidak terprovokasi," imbaunya. Selengkapnya baca di sini.

Simak video 'Sederet Perlawanan Anak Kiai Jombang DPO Kasus Pencabulan':

[Gambas:Video 20detik]



(apl/sip)