Terungkap! Penyebab Kematian Pria Kulon Progo di Tangan Selingkuhan Istri

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Selasa, 17 Mei 2022 11:34 WIB
Kanit IV Satreskrim Polres Kulon Progo, Ipda Tri Romadhon Astanu, Selasa (17/5/2022).
Kanit IV Satreskrim Polres Kulon Progo, Ipda Tri Romadhon Astanu, Selasa (17/5/2022). (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng)
Kulon Progo -

Polisi mengungkap hasil autopsi sementara terkait penyebab kematian Ngatiman alias Proyo (38), pria asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tewas usai berkelahi dengan selingkuhan istrinya. Disebutkan bahwa ada sejumlah luka dalam akibat benturan. Hal itu diduga kuat menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kemarin pada hari Kamis tanggal 12 Mei 2022 pada pukul 08.00 pagi kita melaksanakan kegiatan eksomasi dan pemeriksaan autopsi pada mayat. Untuk secara lisan hasil dari dokter forensik menyatakan memang ada resapan darah di bagian kepala belakang, depan maupun dada yang mengartikan bahwa memang terjadi benturan sebelum matinya korban," ungkap Kanit IV Satreskrim Polres Kulon Progo, Ipda Tri Romadhon Astanu, saat dimintai konfirmasi oleh wartawan, Selasa (17/5/2022).

"Hal itu kita sinkronkan dengan pemeriksaan dari tersangka, memang benar sebelum terjadinya benturan itu (tersangka) dengan sengaja mendorong kuat si korban sehingga kepala korban membentur pohon kelapa," sambungnya.

Pria yang akrab disapa Adhon ini mengatakan berdasarkan hasil sementara itu, pihaknya lantas menyimpulkan bahwa korban meninggal karena benturan yang disebabkan oleh tersangka.

"Iya betul, kalau dari secara lisan belum mendetail dari hasilnya, memang bisa kita simpulkan bahwa hasil benturan yang dilakukan oleh tersangka itu bisa menyebabkan kematian si korban," ujarnya.

Adhon mengatakan untuk hasil autopsi resmi masih menunggu dari tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY. Hasil ini nantinya bakal mengungkap penyebab pasti matinya korban, termasuk ada tidaknya luka akibat tendangan pelaku seperti yang telah diperagakan dalam rekonstruksi internal Satreskrim Polres Kulon Progo, Selasa (10/5/2022) lalu.

"Kalau luka tendangan, kemarin itu dari dokter belum disampaikan, mungkin karena lukanya itu hanya lebam. Itu secara rinci nanti diuraikan melalui surat oleh dokter. Untuk Hasil resminya kita terus berkoordinasi dengan pihak rumah bhayangkara untuk segera hasilnya keluar dan dikasihkan ke pihak kita," ujarnya.

Segera Gelar Rekonstruksi

Adhon menyatakan pihaknya kini sedang melengkapi berkas perkara kasus tersebut. Dilanjutkan dengan rencana rekonstruksi kejadian dengan melibatkan Kejaksaan Negeri Kulon Progo.

"Pemberkasan sendiri kita upayakan secepat mungkin. Kemudian kita berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum untuk melaksanakan kegiatan rekonstruksi, yang mana nanti hasilnya itu uraian-uraian kemudian kita sinkronkan dengan pemeriksaan tersangka itu sudah," ujarnya

Rekonstruksi ini berbeda dengan yang telah digelar Satreskrim Polres Kulon Progo beberapa waktu lalu. Dalam rekonstruksi ini nantinya juga diperagakan bagaimana korban meninggal dunia hingga ditemukan terkapar di cor blok tak jauh dari rumahnya.

"Jadi untuk rekonstruksi sendiri nanti sampai mayat itu ditemukan di cor blok. Kalau kemarin kan hanya rekonstruksi internal kita saja," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ngatiman alias Proyo (38) meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan selingkuhan istrinya. Kasus ini terjadi di wilayah Dusun Tangkisan II, Kalurahan Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo, pada Rabu (4/5/2022), tetapi baru diketahui oleh kepolisian pada Minggu (8/5/2022).

Proyo ditemukan tak bernyawa di jalan cor blok yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya pada Rabu malam lalu. Jasadnya sudah dikebumikan di TPU Ngeden, desa setempat sehari kemudian.

Dalam proses penyidikan, polisi turut menggali keterangan dari 6 orang saksi, terdiri dari istri dan tetangga sekitar rumah korban. Dari sinilah terkuak fakta bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat terlibat keributan dengan seorang pria berinisial SR alias K (45). K sendiri merupakan tetangga korban.

Polisi kemudian mencari keberadaan K untuk diperiksa sebagai saksi. Dalam proses interogasi K mengaku telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban. Pemicunya karena ketahuan telah bermesraan dengan istri korban.

K kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya ia akan dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dengan masa hukuman paling lama 7 tahun penjara.



Simak Video " Terungkap! Penyebab Kematian Pria di Kulon Progo Dianiaya Selingkuhan Istri"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/mbr)