Gerindra Adukan Edy Mulyadi ke Polisi Gegara Sebut Prabowo 'Macan Mengeong'

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Rabu, 26 Jan 2022 18:55 WIB
Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro, di Polda Jateng, Rabu (26/1/2022).
Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro, di Polda Jateng, Rabu (26/1/2022). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)
Semarang -

Pernyataan Edy Mulyadi yang menyinggung Prabowo Subianto membuat kader Gerindra di Jawa Tengah meradang. Buntutnya, DPD Gerindra Jateng mengadukan Edy Mulyadi ke Polda Jawa Tengah diikuti 35 DPC di seluruh daerah di Jateng yang melapor ke Polres masing-masing.

Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro datang di Polda Jateng bersama tim kuasa hukum. Rombongan juga sempat bertemu Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi.

"Kami jajaran pimpinan Partai Gerindra Jateng hadir, tadi sempat informal silaturahmi dengan Kapolda," kata Sriyanto kepada wartawan di Mapolda Jateng, Rabu (26/1/2022).

Ia menegaskan kader di Jateng tersinggung dengan ungkapan Dedy Mulyadi di channel YouTube-nya soal 'Macan Jadi Mengeong' yang disertai kalimat yang menyinggung.

"Tim dari DPD mengadukan ke SPKT. Kader di Jateng, anak buah Pak Prabowo di Jateng merasakan tersinggung, marah, murka terhadap statment Edy Mulyadi lewat channel YouTubenya," jelas Sriyanto.

"Ada pernyataan yang menyakitkan terhadap Pak Prabowo, ini terkait kehormatan apalagi Pak Prabowo simbol negara sebagai Menteri Pertahanan, ketua umum kami," imbuhnya.

Ia menjelaskan tidak ada instruksi untuk melaporkan Edy Mulyadi ke polisi. Namun, kata Sriyanto, kader di kabupaten dan kota Jawa Tengah menyatakan marah dan akan mengadukan Edy Mulyadi ke polres masing-masing.

"Hari ini Gerindra Jateng diwakili kuasa hukum dan DPC se-Jateng juga adukan ke Polres se-Jateng," jelas Sriyanto.

Ia berharap kasus ini ditindaklanjuti dan Edy Mulyadi diproses hukum. Menurutnya perkara ini menjadi pembelajaran soal mendongkrak popularitas tidak dengan melakukan hal seperti Edy.

"Menurut saya harus proses hukum agar jadi pembelajaran. Jangan sampai misal orang pengin populer, naikkan rating seperti itu. Itu kan bahaya. Harus proses hukum," ujarnya.

Diwawancara terpisah, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy, mengatakan pada prinsipnya polisi akan menindaklanjuti aduan tersebut.

"Pada prinsipnya kepolisian menerima aduan dan akan ditindaklanjuti," kata Iqbal.



Simak Video "Minta Maaf, Edy Mulyadi Klarifikasi soal 'Tempat Jin Buang Anak'"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)