Beredar Video Nakes Tarik Jarum Sebelum Suntikkan Vaksin di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Rabu, 26 Jan 2022 17:45 WIB
Video nakes tarik jarum suntik sebelum masukkan vaksin, Semarang, Rabu (26/1/2022).
Foto: Tangkapan layar akun IG Dinas Kesehatan Kota Semarang @dkksemarang
Kota Semarang -

Video yang menunjukkan petugas medis menarik jarum sebelum menyuntikkan vaksin di Kota Semarang, Jawa Tengah ramai dibicarakan di media sosial. Dinkes Kota Semarang buka suara menjelaskan fakta di balik peristiwa tersebut.

Video yang beredar memperlihatkan vaksinasi terhadap seorang anak perempuan. Tampak petugas medis sudah memasukkan jarum suntik ke lengan kiri bocah tersebut. Namun sebelum menyuntikkan vaksin, petugas medis menarik jarum suntiknya.

Video tersebut beredar di Kota Semarang dan menjadi heboh karena diduga vaksin yang tidak disuntikkan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menjelaskan peristiwa yang terekam video itu terjadi di SD Tunas Harum Bangsa. Penjelasannya juga diposting melalui akun resmi Instagram Dinas Kesehatan Kota Semarang @dkksemarang, seperti yang dilihat detikJateng, Rabu (26/1/2022).


Hakam menjelaskan ada kesalahpahaman ketika petugas medis mencabut suntikan. Petugas medis melihat risiko suntikan masuk ke pembuluh darah.

"Kejadian tersebut disebabkan karena adanya miskomunikasi antara petugas vaksinasi dan orang tua siswa. Saat petugas melakukan aspirasi (tarikan di awal suntik) terlihat ada sedikit darah sehingga petugas mencabut kembali suntikkan karena berisiko masuk ke pembuluh darah," kata Hakam.

"Dengan pertimbangan tersebut, petugas menunda penyuntikan vaksin pada siswa, namun petugas tidak menyampaikan hal tersebut kepada orang tua maupun pihak sekolah," imbuhnya.

Pihak Dinkes Kota Semarang, kata Hakam sudah melakukan pendampingan dan penyuntikan. Pertemuan juga sudah dilakukan antara pihak sekolah, orang tua, dan koordinator satuan pendidikan.

"Orang tua siswa telah menerima apa yang disampaikan oleh puskesmas dan telah sepakat untuk melaksanakan vaksinasi ulang dosis ke-2 kepada siswa. Saat ini, siswa telah menerima vaksin COVID-19 dosis ke-2 yang disaksikan langsung oleh perwakilan sekolah, dan orang tua siswa," jelasnya.

"Kami memohon maaf atas kendala dalam pelaksanaan vaksinasi, dan terima kasih atas laporan, kritik serta masukannya, semoga hal seperti ini dapat menjadi pembelajaran bagi kami untuk lebih baik ke depannya dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat," pungkas hakam.



Simak Video "Pengemudi Pajero Harap Ahmad Sahroni Hapus Video Cekcoknya yang Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)