Pring Sedapur Alat Musik Unik Berbahan Bambu Asal Klaten, Idenya dari Ronda

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Sabtu, 02 Jul 2022 10:55 WIB
Pring Sedapur, gamelan dari Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten. (Achmad Hussain Syauqi detikJateng)
Pring Sedapur, gamelan dari Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten. (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pring Sedapur, merupakan musik tradisional asal Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Menteri Pariwisata dan Ekenomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sempat tertarik memainkannya saat berkunjung ke desa tersebut, Jumat (1/7) kemarin. Lalu apa itu Pring Sedapur ?

Pring Sedapur, dalam bahasa Indonesia artinya bambu serumpun. Nama itu menjadi nama sekumpulan instrumen karya Ki Sutikno Hadi (85) warga Desa Bugisan dengan bahan dasar bambu.

Meski berbahan bambu, teknik memainkan alat musik Pring Sedapur jauh berbeda dengan angklung yang digetarkan. Cara memainkan justru sama dengan gamelan Jawa yaitu dengan dipukul.


Alat musik Pring Sedapur wujudnya identik dengan kentongan. Ukurannya pun memiliki panjang antara 80-100 centimeter dengan lima jenisnya.

Lima jenis itu antara lain kentongan bonang, bas, kethuk kenong, gong gede dan kendang gede. Lima jenis itu memiliki ukuran besar kecil bambu yang berbeda.

Meski terlihat sederhana, ternyata Pring Sedapur mulai dipentaskan di berbagai acara. Padahal ide awalnya hanya berangkat dari musik ronda kampung atau thek- thek.

"Pring Sedapur ini musik bambu, awalnya dari kegiatan siskamling ronda thek-thek. Saya mulai tahun 1985 an," tutur pelopor Pring Sedapur, Ki Sutikno Hadi (85) kepada detikJateng, Sabtu (2/7/2022).

Pria yang akrab dipanggil Mbah Parman itu menceritakan dari musik ronda malam itu dirinya berinisiatif menciptakan nada-nada. Cengkoknya disesuaikan dengan cengkok gamelan.

"Saya gunakan cengkok gamelan, cara mainnya dipukul. Bahannya bambu jenis ori dan petung, karena alami dan mudah dibuat nada," terang Sutikno.

Karena mengacu gamelan Jawa, sebut Sutikno, jenisnya pun mirip gamelan Jawa seperti bonang, bas, kethuk kenong, gong gede dan kendang gede. Pring Sedapur bisa dipadukan dengan gamelan dan angklung.

"Angklung suara beda tapi juga bisa kita ikutkan karena sama-sama bambu. Tapi lagunya bisa Jawa, karawitan bahkan dangdut juga bisa," sambung Sutikno yang bekas penari Ramayana Ballet itu.

Untuk memainkan, ucap Sutikno, dibutuhkan penambuh sekitar 5-10 orang. Saat ini Pring Sedapur mulai dikenal dan sering pentas.

"Pentas sudah kemana-mana, di taman wisata Prambanan, Semarang sampai Jakarta sudah semua," pungkas Sutikno.

Pring Sedapur, gamelan dari Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten. (Achmad Hussain Syauqi detikJateng)Pring Sedapur, gamelan dari Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten. (Achmad Hussain Syauqi detikJateng) Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikcom

Seorang penambuh Pring Sedapur, Slamet (65), menyatakan tidak sulit memainkan Pring Sedapur. Sebab nadanya hampir sama dengan gamelan Jawa.

"Hampir sama dengan gamelan Jawa, seperti bonang, saron, bas dan lainnya. Kalau sudah bisa gamelan Jawa lebih mudah," ucap Slamet.

Menurut Slamet, cara memainkan hanya dipukul. Alat musik itu sudah lama diciptakan.

"Sudah lama seingat saya tahun 1985-an. Dulu Pak Parman nglatih di sana (Prambanan) saya ikut, dulu kan juga grup srandul (kesenian semacam tari drama)," kata Slamet.



Simak Video "Polisi Ciduk Pria Ngaku Anggota Brimob Tipu Janda di Kudus"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/aku)