Gamelan Diakui UNESCO, Rektor ISI Solo: Energi Baru Bagi Gaungnya yang Melirih

Ari Purnomo - detikJateng
Jumat, 21 Jan 2022 07:41 WIB
Konser gamelan Paramangangsa di pendopo ISI.
Konser gamelan Paramagangsa di Pendopo ISI. (Foto: Ari Purnomo/detikJateng)
Solo -

Menurut Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, I Nyoman Sukerna, masyarakat internasional sudah mengakui keluhuran gamelan sejak dulu, jauh sebelum UNESCO menetapkannya sebagai warisan budaya tak benda pada 15 Desember 2021.

"Tidak dipungkiri lagi bahwa pengakuan keluhuran gamelan oleh masyarakat internasional sebenarnya bukan hal yang baru," kata I Nyoman Sukerna dalam pidato sambutannya saat membuka konser Paramagangsa di Pendopo Ageng GPH Djoyokusumo ISI Solo, Kamis malam (20/1).

I Nyoman Sukerna mengatakan, sebelum ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO, masyarakat internasional sudah mengapresiasi gamelan dengan berbagai cara.

"Sebelum ditetapkan UNESCO, gamelan sudah banyak dipelajari, dikagumi, dipentaskan, bahkan dikaji secara keilmuan melalui beragam riset oleh masyarakat internasional," kata dia.

Meski demikian, I Nyoman Sukerna berujar, pengakuan dari UNESCO itu tetap punya arti penting bagi masyarakat Indonesia sebagai pewaris inti kebudayaan yang melahirkan karya seni besar brupa gamelan. Sebab, pengakuan UNESCO mempertegas kekukuhan posisi unggul gamelan sebagai hasil olah cipta, rasa, dan karsa leluhur bangsa Indonesia.

"15 Desember 2021 tercatat sebagai hari bersejarah. Pengukuhan tersebut dapat menjadi energi baru yang berharga di tengah fakta bahwa gaung bunyi gamelan justru terasa semakin melirih di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang notabene adalah pewaris inti dari seni budaya tersebut," ujar I Nyoman.

I Nyoman Sukerna menambahkan, pengukuhan gamelan oleh UNESCO musti menjadi motivasi dan semangat baru bagi masyarakat Indonesia untuk kembali peduli terhadap kelestarian gamelan.

"ISI, kampus yang punya seni gamelan perlu menginisiasi syukuran penetapan gamelan sebagai warisan budaya oleh UNESCO," kata I Nyoman Sukerna. Seusai berpidato, I Nyoman turut memainkan satu gending gamelan Kebyar Bali Bersama Wakil Rektor Bidang I Bambang Sunarto dan sejumlah dosen lain.



Simak Video "Studio Lokananta Solo "
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)